KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Tak Terima Iklan Sensitif, Pramono Anung Ambil Langkah Tegas

Metropolitan
Copot Baliho Film Horor, Pram Sayangkan Strategi Promosi Tanpa Pertimbangkan Dampak Sosial
Viral dan Kontroversial! Baliho “Aku Harus Mati” Berujung Dicopot
©PusakoNews.com/red
Viral dan Kontroversial! Baliho “Aku Harus Mati” Berujung Dicopot ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
733
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pemasangan baliho promosi film horor “Aku Harus Mati” yang dinilai mengandung pesan sensitif dan berpotensi mengganggu kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak.


Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa laporan telah diterima melalui jajaran staf khusus serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta. Pemerintah kemudian melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta, Satuan Polisi Pamong Praja, dan pihak biro iklan untuk penanganan di lapangan.


Hasilnya, baliho yang dimaksud telah diturunkan dari sejumlah titik. Penertiban dilakukan di tiga lokasi, yakni kawasan Jalan Puri Kembangan dan Jalan Daan Mogot Km 11 (Jembatan Gantung) di Jakarta Barat, serta Pos Polisi Perempatan Harmoni di Jakarta Pusat.

Tak Terima Iklan Sensitif, Pramono Anung Ambil Langkah Tegas

Pramono menegaskan bahwa strategi promosi yang bersifat provokatif dan tidak mempertimbangkan dampak sosial tidak dapat dibenarkan. Ia meminta agar praktik serupa tidak kembali terjadi di ruang publik.


Pemprov DKI Jakarta memastikan akan terus mengawasi materi promosi yang beredar agar tetap memperhatikan norma sosial serta kenyamanan masyarakat.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait