Pasca Kebakaran, Desa Kalimango Disiapkan Jadi Model Permukiman Terbaik di Indonesia

Kementerian PKP Percepat Penataan Kawasan Pascakebakaran di Kalimango, Disiapkan Jadi Model Nasional
Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah saat meninjau lokasi pasca kebakaran di Desa Kalimango, Jumat (3/4/2026). ©PusakoNews.com/pkp
Sesuaikan Ukuran Baca
30
664

PusakoNews.com, Kabupaten Sumbawa - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat penataan kawasan terdampak kebakaran di Desa Kalimango, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya pemulihan sekaligus peningkatan kualitas hunian masyarakat secara menyeluruh.


Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut berdampak pada 30 rumah warga, dengan 21 unit di antaranya mengalami kerusakan total. Pemerintah menilai kondisi ini memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi.


Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa langkah penataan tidak hanya difokuskan pada pemulihan pascabencana, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.


Ia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin penyediaan hunian yang layak dan sesuai standar, sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai momentum pembenahan sistem perumahan agar risiko serupa dapat diminimalkan di masa depan.


Penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pembenahan sistem kelistrikan, penyediaan akses air bersih, serta pengaturan tata ruang kawasan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Dalam aspek pembangunan rumah, pemerintah memastikan seluruh hunian yang dibangun memenuhi standar rumah layak huni, minimal tipe 36, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini ditujukan agar masyarakat dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman.


Sebagai langkah percepatan, Kementerian PKP berkoordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Penyusunan desain kawasan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu, sehingga pembangunan dapat segera dimulai dengan dukungan anggaran yang telah tersedia.


Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung proses penataan yang tengah berlangsung. Kawasan yang dibangun kembali diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga berkembang sebagai contoh nasional dalam penataan permukiman yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait