Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Hari Film Nasional ke-76: Pemerintah Perkuat Ekosistem Perfilman Menuju Kancah Global

Nasional
Hari Film Nasional ke-76: Ambisi Besar Indonesia Kuasai Industri Film Global
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka peringatan Hari Film Nasional 2026 di Studio Screen X CGV Grand Indonesia, Jakarta
©PusakoNews.com/red
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka peringatan Hari Film Nasional 2026 di Studio Screen X CGV Grand Indonesia, Jakarta ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
686
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka peringatan Hari Film Nasional 2026 di Studio Screen X CGV Grand Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini ditandai dengan pemutaran film klasik Darah dan Doa, yang menjadi tonggak lahirnya perfilman nasional.


Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa film merupakan instrumen strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Ia menilai film mampu merepresentasikan beragam ekspresi budaya, mulai dari seni peran hingga tradisi, yang memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan budaya global.


Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong penguatan industri film melalui pengembangan talenta, dukungan pembiayaan, serta perluasan akses sineas ke festival internasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas jangkauan film Indonesia di pasar global.

Hari Film Nasional ke-76: Pemerintah Perkuat Ekosistem Perfilman Menuju Kancah Global

Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi, menyampaikan bahwa pelestarian film nasional juga menjadi prioritas, termasuk melalui restorasi karya-karya klasik. Ia turut menekankan pentingnya literasi tontonan melalui gerakan sensor mandiri sesuai klasifikasi usia.


Sementara itu, sutradara Joko Anwar menyoroti pentingnya pemahaman sejarah sebagai fondasi kemajuan perfilman.


Menurutnya, kekuatan utama film Indonesia terletak pada cerita yang autentik dan dekat dengan realitas masyarakat, didukung oleh potensi besar pasar domestik dan kekayaan budaya yang beragam.


Peringatan ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk insan perfilman, akademisi, serta komunitas film.


Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui kolaborasi lintas sektor, guna mendorong lahirnya karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait