PusakoNews.com, Jakarta - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat pengembangan brand “Batik Lintas Lima” melalui peningkatan produksi batik cap yang melibatkan warga binaan. Upaya ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis keterampilan dan budaya.
Penggunaan teknik batik cap dinilai mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Dalam satu hari kerja, warga binaan dapat menghasilkan sekitar tiga hingga lima lembar kain batik, jauh lebih cepat dibandingkan metode batik tulis.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan identitas produk Batik Lintas Lima sebagai karya unggulan hasil pembinaan di Lapas Cipinang. Melalui pelatihan dan pendampingan, warga binaan didorong untuk memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi sekaligus melestarikan budaya batik sebagai warisan bangsa.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat. Batik Lintas Lima diharapkan mampu menjadi simbol pembinaan yang humanis serta memberikan kontribusi positif bagi industri kreatif nasional.
[PusakoNews.com/red]