Utang Proyek Warisan Jokowi Ditanggung Negara, Istana Angkat Bicara!

Pemerintah Gunakan APBN untuk Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh
Istana Pastikan Pembayaran Utang Whoosh Menggunakan APBN ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
67
545
PusakoNews.com, Jakarta - Istana Kepresidenan menegaskan bahwa kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh akan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyatakan komitmen pemerintah untuk membayar utang proyek tersebut sebesar Rp 1,2 triliun per tahun.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa pelunasan pinjaman kepada kreditor akan menggunakan kas negara. Ia menyampaikan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan pembahasan teknis terkait skema pembayaran utang tersebut.

“Pembayaran utang Whoosh akan menggunakan APBN. Saat ini masih dalam proses pembicaraan teknis,” ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (10/2).

Prasetyo menjelaskan, proses negosiasi restrukturisasi dan pelunasan utang akan dipimpin oleh Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas restrukturisasi keuangan proyek KCJB. Pemerintah masih mengkaji berbagai opsi penyelesaian utang dengan mempertimbangkan kerja sama dengan pihak Tiongkok serta menjaga stabilitas fiskal.

Proyek KCJB yang dibangun sejak 2016 menelan biaya total sebesar US$ 7,2 miliar, yang terdiri dari investasi awal US$ 6,02 miliar dan pembengkakan biaya sebesar US$ 1,21 miliar. Sebanyak 75 persen pendanaan berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara 25 persen lainnya merupakan ekuitas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait