Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Betawi Lewat Tradisi Andilan Kebo

Tradisi Langka di Jakarta! Pramono Hadiri Andilan Kebo, Ini Pesan Pentingnya
Pramono Turun Langsung! Tradisi Andilan Kebo Jadi Sorotan, 9 Kerbau Dipotong ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
68
727

PusakoNews.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya dalam menjaga dan merawat budaya Betawi sebagai identitas utama Ibu Kota. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Andilan Kebo yang diselenggarakan Majelis Kaum Betawi di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3).


Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengapresiasi pelaksanaan tradisi Andilan Kebo yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ia menilai tradisi ini mencerminkan semangat berbagi antarwarga, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Pada kegiatan tersebut, sebanyak sembilan ekor kerbau dipotong sebagai bagian dari tradisi.


“Tradisi ini memiliki nilai luhur seperti arisan, gotong royong, dan berbagi. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Pramono.


Pramono juga menekankan bahwa penguatan budaya Betawi sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menetapkan budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta. Ia berharap masyarakat Betawi dapat terus menjaga persatuan dan keharmonisan dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.


Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar haul ulama besar Betawi pada Juni mendatang di kawasan Monumen Nasional atau Lapangan Banteng, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta. Selain itu, Pemprov juga berkomitmen mendukung pelestarian situs budaya, termasuk rencana renovasi Museum MH Thamrin.


Dalam aspek kehidupan sosial, Pramono kembali menegaskan visinya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan toleran bagi seluruh pemeluk agama. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendukung perayaan berbagai hari besar keagamaan sebagai simbol keberagaman dan persatuan.


“Jakarta diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan saling menghormati,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyampaikan bahwa tradisi Andilan Kebo memiliki nilai religius yang kuat serta mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Ia berharap tradisi ini terus berkembang sebagai bagian dari pelestarian budaya Betawi di Jakarta.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait