Arrmanatha Nasir menegaskan kesinambungan politik luar negeri bebas aktif, penguatan perwakilan Indonesia, dan diplomasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Diplomasi Indonesia tetap berlandaskan konstitusi dan prinsip bebas aktif, dengan fokus pada ketahanan nasional, penguatan kawasan, dan multilateralisme.
PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional akan menjadi salah satu arah utama diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinannya. Komitmen tersebut disampaikan setelah menerima serah terima jabatan dari Sugiono, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Prosesi serah terima jabatan berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, Arrmanatha memastikan bahwa agenda diplomasi yang telah berjalan akan diteruskan sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
βKementerian Luar Negeri akan memastikan keberlanjutan prioritas diplomasi Indonesia yang sejalan dengan visi Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional,β ujar Arrmanatha dalam keterangannya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Politik Luar Negeri Bebas Aktif Tetap Menjadi Landasan
Arrmanatha menekankan bahwa pergantian Menteri Luar Negeri tidak mengubah landasan utama diplomasi Indonesia, yakni konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Dalam arah kebijakan yang disampaikannya, diplomasi Indonesia memiliki tiga perhatian utama, yaitu memperkuat ketahanan nasional, membangun kawasan yang kuat, serta memastikan multilateralisme dapat berfungsi.
Ketiga perhatian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan diplomasi tidak hanya diarahkan pada hubungan Indonesia dengan negara lain, tetapi juga pada penguatan kepentingan nasional melalui kerja sama kawasan dan forum internasional.
Arrmanatha turut menegaskan pentingnya mempertahankan capaian diplomasi pada masa kepemimpinan sebelumnya. Ia menyampaikan penghargaan kepada Sugiono atas kontribusinya selama memimpin Kemlu.
Menurut Arrmanatha, berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi kelanjutan diplomasi yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.
Selain kesinambungan kebijakan, Arrmanatha memberikan perhatian terhadap kesiapan kelembagaan Kementerian Luar Negeri dan seluruh Perwakilan RI di luar negeri.
Ia menekankan pentingnya kemampuan perwakilan diplomatik untuk beradaptasi, bergerak tangkas, dan merespons perkembangan internasional yang semakin kompleks.
Penguatan tersebut juga mencakup kapasitas kelembagaan Kemlu agar pelaksanaan diplomasi dapat mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, kesiapan sumber daya dan kelembagaan menjadi bagian penting dari agenda yang disampaikan Arrmanatha, berdampingan dengan keberlanjutan arah politik luar negeri Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK Sugiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI atas dedikasi, profesionalisme, serta kerja sama selama masa kepemimpinannya.
Sugiono juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap para diplomat Indonesia yang bertugas memperjuangkan kepentingan nasional di berbagai negara.
βKementerian Luar Negeri telah menjadi rumah bagi saya, dan saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Arrmanatha Nasir, Kemlu akan terus tumbuh menjadi institusi yang semakin kuat dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,β ujar Sugiono.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pergantian kepemimpinan Kemlu, sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan tugas Arrmanatha sebagai Menteri Luar Negeri.
Serah terima jabatan pada 12 Oktober 2026 merupakan tindak lanjut dari pelantikan menteri Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026.
Acara tersebut turut dihadiri para Wakil Menteri Luar Negeri, pejabat pimpinan tinggi Kementerian Luar Negeri, serta pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Melalui pergantian kepemimpinan ini, Kemlu menegaskan keberlanjutan prioritas diplomasi, dengan penguatan kapasitas Perwakilan RI dan ketahanan nasional sebagai perhatian dalam pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar