PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Bahlil menyampaikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik berupa minyak mentah, LPG, maupun BBM jadi, masih berada di atas batas minimal cadangan nasional. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan energi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri diyakini dapat terpenuhi dengan baik.
Pemerintah juga terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui sejumlah langkah strategis, di antaranya peningkatan program pencampuran biodiesel serta percepatan pengembangan kilang minyak dalam negeri melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP). Program ini diharapkan mampu menekan impor BBM, termasuk pengurangan impor bensin hingga sekitar 5,5 juta ton dan solar sekitar 3,5 juta ton.
Selain itu, pemerintah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga pasokan LPG nasional, termasuk diversifikasi sumber impor. Saat ini sebagian besar pasokan LPG impor berasal dari Amerika Serikat, disusul kawasan Timur Tengah dan sejumlah negara lainnya seperti Australia.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis ketersediaan energi nasional tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang serta setelah Idulfitri.
[PusakoNews.com/red]