"Perkembangan terbaru menyebut sedikitnya 31 orang tewas, termasuk 16 personel polisi, dan lebih dari 100 orang terluka."
Sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menghantam area kompleks, disusul serangan bersenjata dan baku tembak dengan aparat keamanan.
Ledakan dahsyat menghantam masjid di kompleks kepolisian Pakistan.
Sesuaikan Ukuran Baca
957
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Kohat - Sedikitnya 31 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom dan baku tembak di kompleks kepolisian di Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Jumat, 18 September 2026.
Serangan terjadi ketika jemaah sedang melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid yang berada di kompleks Old Police Lines. Perkembangan terbaru yang dilaporkan pada 19 September menyebut 16 personel polisi termasuk di antara korban tewas.
Menurut laporan Al Jazeera, serangan diawali kendaraan bermuatan bahan peledak yang dihantamkan ke pintu masuk kompleks masjid. Setelah ledakan, sejumlah penyerang bersenjata berusaha memasuki kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan aparat.
Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut merupakan serangan bunuh diri. Masjid mengalami kerusakan berat, sementara bagian luar kompleks kepolisian turut mengalami kerusakan.
Jumlah korban dalam laporan awal lebih rendah. BBC pada tahap awal melaporkan sedikitnya 16 orang tewas, termasuk lima polisi, setelah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak masjid. Saat itu, baku tembak antara penyerang dan aparat keamanan masih berlangsung.
Seiring berjalannya operasi penyelamatan dan keamanan, jumlah korban kemudian meningkat. Reuters pada 19 September melaporkan sedikitnya 31 orang meninggal dunia, termasuk 16 personel polisi, dengan lebih dari 100 orang terluka.
Perbedaan angka tersebut mencerminkan perkembangan laporan korban setelah proses evakuasi dan penanganan di lokasi berlangsung, sehingga angka awal tidak lagi menjadi angka terbaru.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kelompok yang Mengaku Bertanggung Jawab
Ledakan itu terjadi di sebuah bangunan masjid dekat markas polisi.
Al Jazeera melaporkan sebuah faksi yang terkait dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok yang disebut Ittehadul Mujahideen mengaku melakukan serangan bom bunuh diri.
Klaim tersebut perlu tetap diperlakukan sebagai klaim kelompok yang mengaku bertanggung jawab dan tidak disajikan sebagai fakta independen tanpa atribusi.
TTP merupakan kelompok yang berbeda dari Taliban Afghanistan, meskipun keduanya memiliki hubungan dan afiliasi tertentu. Pemerintah Pakistan selama ini menuduh kelompok bersenjata menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung dan melakukan persiapan serangan. Pemerintah Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Operasi Keamanan Berlanjut
Serangan di Kohat terjadi di tengah meningkatnya kekerasan bersenjata di wilayah barat laut Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.
Sehari sebelum serangan di Kohat, sebuah bom di tepi jalan di Distrik Hangu menewaskan enam tentara dalam sebuah konvoi pasukan keamanan. Pasukan pemerintah juga melaporkan telah menewaskan 10 orang yang mereka sebut sebagai tersangka anggota Taliban dalam operasi pada Kamis.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan di Kohat dan memerintahkan percepatan operasi penyelamatan.
Serangan tersebut menambah tekanan keamanan di Khyber Pakhtunkhwa, wilayah yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi lokasi berbagai serangan terhadap aparat keamanan Pakistan.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Al Jazeera
[02]BBC News
[03]Reuters
[04]Associated Press
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar