"Diguncang Skandal Bocor Soal Ujian, Menteri Pendidikan India Resmi Mengundurkan Diri"
Gerakan "Kecoa" Tumbangkan Menteri Pendidikan India, Pemerintahan Modi Tertekan
Menteri Pendidikan India Mundur! Protes Mahasiswa 36 Hari Akhirnya Berbuah Kemenangan
Sesuaikan Ukuran Baca
626
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Delhi - Gelombang demonstrasi mahasiswa yang berlangsung selama 36 hari di India berakhir dengan capaian politik besar setelah Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut menjadi salah satu tuntutan utama aksi protes yang dipicu skandal kebocoran soal ujian dan pembatalan sejumlah tes nasional yang memengaruhi jutaan peserta.
Menteri Pendidikan, Dharmendra Pradhan mengumumkan pengunduran dirinya
Gerakan protes dipelopori oleh kalangan muda melalui kelompok satir Cockroach Janata Party (CJP) atau Partai Janata Kecoa, yang lahir setelah unggahan aktivis muda Abhijeet Dipke di media sosial dengan pertanyaan, "Bagaimana jika semua kecoa berkumpul?". Kelompok ini muncul sebagai bentuk sindiran terhadap pemerintahan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.
Ketua Mahkamah Agung menuduh polisi menggunakan kekerasan berlebihan selama protes.
Para pemuda menggelar pawai obor di Dhaka, Bangladesh, sebagai bentuk solidaritas dengan Partai Janta Kecoa India.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pengunduran Diri Disambut Euforia Demonstran
Suasana di Jantar Mantar berubah menjadi meriah begitu berita pengunduran diri itu tersiar.
Kabar pengunduran diri Dharmendra Pradhan diumumkan kepada ribuan peserta aksi yang berkumpul di kawasan Jantar Mantar, New Delhi. Massa menyambut pengumuman tersebut dengan sorak sorai dan menganggapnya sebagai kemenangan perjuangan mahasiswa.
Dalam pidatonya, Dipke juga mengenang sejumlah mahasiswa yang dilaporkan meninggal akibat bunuh diri setelah terdampak kebocoran maupun pembatalan ujian. Ia mendedikasikan keberhasilan gerakan kepada para korban tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Berawal dari Julukan "Kecoa"
Gerakan "Kecoa" Tumbangkan Menteri Pendidikan India, Pemerintahan Modi Tertekan
Gerakan CJP muncul setelah pernyataan Ketua Mahkamah Agung India yang menyamakan sebagian generasi muda dengan "kecoa" dan "parasit". Julukan tersebut justru diadopsi para demonstran sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah.
Bagi para peserta aksi, keberhasilan mendorong pengunduran diri menteri dinilai sebagai bukti bahwa kaum muda mampu menantang kekuasaan melalui aksi kolektif dan damai.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Tuntutan Belum Berakhir
Aksi protes telah berakhir, tetapi perayaan masih berlanjut.
Selain mendesak pengunduran diri Menteri Pendidikan, para demonstran juga menuntut kompensasi bagi keluarga mahasiswa yang meninggal akibat dampak skandal ujian, jaminan tidak adanya tindakan hukum terhadap peserta aksi, serta permintaan maaf terbuka dari aparat keamanan atas tindakan represif saat demonstrasi.
Tuntutan tersebut mencuat setelah bentrokan pada 20 Juli yang menyebabkan lebih dari 100 demonstran terluka ketika aparat membubarkan massa yang bergerak menuju Gedung Parlemen. Rekaman penggunaan gas air mata dan pentungan oleh aparat memicu gelombang solidaritas nasional yang meluas ke berbagai kota besar seperti Bengaluru, Mumbai, Jaipur, Lucknow, dan Patna.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Seruan Reformasi Sistem Pendidikan
Nadda mengadakan konferensi pers bersama juru bicara Ketua Mahkamah Agung pada hari Sabtu
Meski menganggap pengunduran diri Dharmendra Pradhan sebagai kemenangan penting, para demonstran menegaskan perjuangan belum selesai. Mereka menuntut reformasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan ujian nasional, peningkatan akuntabilitas pemerintah, serta perlindungan hak-hak mahasiswa.
Gerakan yang digerakkan Generasi Z ini juga dinilai berhasil membangkitkan kembali partisipasi publik dalam menyuarakan ketidakpuasan terhadap persoalan ketidakadilan, pengangguran, dan tata kelola pemerintahan.
Menutup aksi, akun resmi gerakan "Kecoa" di platform X mengunggah pesan yang merujuk pada awal mula gerakan tersebut, menyatakan bahwa kini seluruh negeri telah mengetahui apa yang dapat terjadi ketika "kecoa berkumpul"._ [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar