PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026, menyusul meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah memetakan beberapa opsi guna memastikan keselamatan jamaah tetap menjadi prioritas utama.
Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah penyesuaian rute penerbangan menuju Arab Saudi apabila jalur penerbangan yang biasa dilalui dinilai kurang aman. Perubahan rute dapat dilakukan melalui jalur alternatif, seperti wilayah selatan atau Afrika, dengan tetap berkoordinasi bersama otoritas penerbangan internasional dan pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan opsi lain, termasuk penundaan keberangkatan, apabila situasi keamanan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jamaah. Langkah tersebut akan dipertimbangkan secara matang dengan melibatkan DPR serta mengikuti arahan Presiden.
Dahnil menegaskan, hingga saat ini pemerintah masih memprioritaskan agar pelaksanaan ibadah haji tetap dapat berjalan sesuai rencana. Namun demikian, berbagai skenario mitigasi tetap disiapkan sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Keselamatan jamaah haji Indonesia adalah prioritas utama pemerintah dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pemerintah saat ini juga tengah melakukan koordinasi internal dengan sejumlah pihak terkait sebelum melakukan komunikasi lebih lanjut dengan otoritas di Arab Saudi.
Pemerintah berharap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah segera kondusif sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar.
[PusakoNews.com/red]