Pengungsi Pascabencana di Sumatera Ditargetkan Pindah dari Tenda Sebelum Lebaran

Mendagri Tito Targetkan Pengungsi Bencana Sumatera Keluar dari Tenda Sebelum Lebaran!
Pengungsi Pascabencana Sumatera Ditargetkan Pindah ke Huntara Sebelum Lebaran ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
58
524
PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi yang masih bertahan di tenda dapat segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara) atau menerima bantuan melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebelum Hari Raya Idulfitri.

Target tersebut disampaikan Tito saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait percepatan penanganan pengungsi pascabencana di wilayah Sumatera yang digelar secara hybrid dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut Tito, pemerintah ingin memastikan para korban bencana memperoleh tempat tinggal yang lebih layak menjelang Lebaran. Ia menilai keberadaan pengungsi di tenda hingga memasuki bulan ketiga setelah bencana perlu segera diakhiri sebagai bagian dari proses pemulihan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi terus berkurang. Di Sumatera Barat, pengungsi di tenda telah nihil. Sementara di Aceh, pengungsi masih tersebar di beberapa daerah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Gayo Lues. Di Sumatera Utara, pengungsi masih berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Pemerintah menegaskan percepatan pembangunan hunian sementara serta penyaluran DTH menjadi prioritas utama. Koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, antara lain Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Managing Director Stakeholder Management and Communications Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rohan Hafas, serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait