PusakoNews.com, Jakarta Utara - Personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu berhasil mengendalikan kebakaran yang melanda kapal KN SAR Ramawijaya 240 di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (23/7) malam. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 19.58 WIB. Petugas segera bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar lima menit kemudian untuk melakukan upaya pemadaman.
Dalam operasi tersebut, Gulkarmat mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran beserta 75 personel guna mengatasi kobaran api dan mencegah kebakaran meluas.
Menurut Gatot, api dengan cepat membesar dan melahap bagian lambung depan sebelah kiri kapal. Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu oleh percikan api saat proses perbaikan (docking) yang kemudian menyambar material atau bahan bakar di sekitar area pekerjaan sehingga menyebabkan api membesar.
Petugas memprioritaskan upaya pelokalisiran agar kobaran api tidak merambat ke kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi galangan. Setelah proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan, penanganan kebakaran dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 22.52 WIB.
Kebakaran KN SAR Ramawijaya 240 di Muara Baru Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa
"Kapal KN SAR Ramawijaya Terbakar di Muara Baru, 75 Petugas Berhasil Jinakkan Api"
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa KN SAR Ramawijaya 240, kapal sepanjang kurang lebih 40 meter milik Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mentawai, tengah menjalani proses perbaikan atau docking di galangan kapal ketika insiden terjadi.
Desiana memastikan seluruh 10 anak buah kapal (ABK) yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Ia juga mengapresiasi kesigapan personel pemadam kebakaran yang bergerak cepat menangani insiden sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan. Terkait penyebab pasti kebakaran, Desiana menyatakan proses penyelidikan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat selama proses perawatan dan perbaikan kapal guna meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
[PusakoNews.com/red]









Komentar