Gempa M7,7 Guncang Flores, Peringatan Tsunami Berakhir, Penanganan Korban dan Kerusakan Terus Dilakukan

Peristiwa

"Gempa M7,7 Guncang Flores, Tsunami Sempat Muncul dan Korban Jiwa Mulai Dilaporkan"

Flores Diguncang Gempa M7,7, Tsunami Sempat Terjadi dan Sejumlah Warga Tewas
Ilustrasi gempa NTT
Ilustrasi gempa NTT
Sesuaikan Ukuran Baca
587
Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Nusa Tenggara Timur - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa berpusat di laut dan memicu peringatan dini tsunami, sementara guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan.


Gempa M7,7 Guncang Flores, Peringatan Tsunami Berakhir, Penanganan Korban dan Kerusakan Terus Dilakukan


BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.

Gempa yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust) tersebut berpotensi menimbulkan tsunami sehingga BMKG sempat menerbitkan peringatan dini.

Hasil pemantauan muka air laut menunjukkan adanya gelombang tsunami di sejumlah lokasi, antara lain Maumere/Sikka, Maurole-Ende, Flores Timur, Labuan Bajo, Alor, dan Dompu. Ketinggian gelombang terukur mencapai 0,94 meter di Maurole-Ende.

BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.

Guncangan Terasa hingga Mataram, Sejumlah Bangunan Rusak

Kuatnya gempa turut dirasakan hingga Pulau Lombok, termasuk Kota Mataram. Warga sempat keluar dari rumah setelah merasakan guncangan yang berlangsung beberapa saat.


Gempa M7,7 Guncang Flores, Peringatan Tsunami Berakhir, Penanganan Korban dan Kerusakan Terus Dilakukan


Di Nusa Tenggara Barat, BPBD melaporkan sejumlah kerusakan bangunan. Di Kota Bima, satu rumah mengalami kerusakan sedang. Kerusakan juga dilaporkan pada dinding Gudang Bulog Jatiwangi dan plafon Masjid Hotel Mutmainnah.

Sementara di Kabupaten Bima, Kantor Camat Lambitu mengalami retakan pada bagian dinding.

Pendataan dan asesmen terhadap kerusakan masih dilakukan oleh petugas di berbagai wilayah terdampak.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Puluhan pasien di RSUD Komodo Labuan Bajo dievakuasi ke halaman rumah sakit, Sabtu (15/8/2026)
Puluhan pasien di RSUD Komodo Labuan Bajo dievakuasi ke halaman rumah sakit, Sabtu (15/8/2026)

Pasien RSUD Komodo dan RSUD Ruteng Dievakuasi

Dampak gempa juga dirasakan di sejumlah fasilitas kesehatan di Flores. Pasien RSUD Komodo di Labuan Bajo dievakuasi menuju area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerusakan bangunan maupun gempa susulan.

Evakuasi juga dilakukan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai. Langkah tersebut diambil setelah terdapat bagian bangunan rumah sakit yang mengalami kerusakan.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memeriksa kondisi bangunan, fasilitas publik, serta keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R5a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

SAR lakukan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan di dermaga Lorens Say, Maumere.
SAR lakukan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan di dermaga Lorens Say, Maumere.

Korban Jiwa Dilaporkan di Maumere

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere melaporkan satu orang meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan di area Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka.

Korban ditemukan di ruang tunggu Dermaga Lorens Say dan telah dievakuasi petugas. Identitas korban masih dalam proses pendataan.

Selain korban meninggal, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

Kepala SAR Maumere Faturahman menyebut pemeriksaan di ruang tunggu pelabuhan tidak menemukan korban lain. Saat gempa terjadi, kawasan pelabuhan diketahui ramai oleh calon penumpang karena terdapat jadwal kapal Pelni.

Gempa Susulan Masih Terjadi

BNPB melaporkan aktivitas gempa susulan masih berlangsung setelah gempa utama. Salah satu gempa susulan tercatat mencapai magnitudo 6,2.

Guncangan gempa utama dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT, termasuk Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat. Getaran juga dilaporkan terasa hingga Bima, NTB, serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait masih melakukan evakuasi, pendataan korban, serta pemeriksaan kerusakan.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk klaim mengenai waktu terjadinya gempa susulan. BMKG menegaskan gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat berdasarkan waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Ilustrasi kegiatan pelayaran di Labuan Bajo.
Ilustrasi kegiatan pelayaran di Labuan Bajo.

Pelayaran Labuan Bajo Kembali Dibuka

Aktivitas pelayaran dari Labuan Bajo kembali diperbolehkan setelah BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menyampaikan keputusan tersebut melalui Maklumat Pelayaran Nomor 05/MP-VIII/2026.

Kapal yang kembali beroperasi tetap diwajibkan mengutamakan keselamatan. Nakhoda diminta memantau kondisi cuaca dan gelombang serta segera melaporkan setiap perkembangan yang berkaitan dengan gempa maupun potensi tsunami.

Kapal yang mengalami kendala dan membutuhkan bantuan juga diminta segera berkoordinasi dengan Syahbandar atau Basarnas.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kerusakan akibat gempa di lantai satu hotel Jayakarta di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026)
Kerusakan akibat gempa di lantai satu hotel Jayakarta di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026)

Sejumlah Hotel di Labuan Bajo Terdampak

Guncangan gempa turut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan hotel dan resor di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Hotel Jayakarta di Jalan Pantai Pede dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian depan bangunan. Sebagian dinding roboh dan material batu bata berserakan, sementara plafon lantai satu juga mengalami kerusakan.

Sejumlah tamu, termasuk wisatawan mancanegara, meninggalkan bangunan setelah merasakan guncangan.

Dampak juga dirasakan di Hotel Zasgo Labuan Bajo. Wisatawan domestik dan mancanegara terlihat keluar dari bangunan untuk menghindari risiko selama gempa berlangsung.

Ketua Asosiasi General Manager Hotel Provinsi NTT, Alif KH, membenarkan adanya sejumlah properti perhotelan yang terdampak. Pendataan tingkat kerusakan masih dilakukan.

Hingga pukul 08.45 WITA, BMKG mencatat 44 aktivitas gempa susulan di wilayah NTT.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Tangkapan layar video seorang perempuan di Manggarai Timur, NTT, tewas tertimbun reruntuhan akibat gempa, Sabtu (15/8/2026).
Tangkapan layar video seorang perempuan di Manggarai Timur, NTT, tewas tertimbun reruntuhan akibat gempa, Sabtu (15/8/2026).

Tiga Warga Dilaporkan Tewas di Manggarai Timur

Gempa juga menimbulkan korban jiwa di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Seorang ibu dan dua anaknya dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan rumah akibat guncangan gempa.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri membenarkan laporan tersebut. Proses evakuasi korban dilakukan warga bersama petugas di lokasi.

Informasi kejadian juga beredar melalui rekaman video yang memperlihatkan proses pencarian dan evakuasi di antara puing-puing bangunan.

Pemerintah daerah bersama BPBD, BNPB, TNI, Polri, dan unsur terkait masih melakukan verifikasi terhadap data korban serta kerusakan.

Laporan Awal Sedikitnya Lima Orang Meninggal

Berdasarkan rangkaian laporan awal dari sejumlah wilayah, sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa. Dua korban berada di Kabupaten Sikka, sementara tiga lainnya dilaporkan di wilayah Manggarai.

Korban diduga meninggal setelah tertimpa material bangunan yang runtuh.

Gempa juga menyebabkan berbagai dampak lain, termasuk kerusakan rumah dan fasilitas umum, tanah longsor, serta gangguan listrik dan komunikasi.

Sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo dilaporkan mengungsi untuk mengantisipasi risiko lanjutan. Sejumlah rumah sakit juga mengevakuasi pasien menuju area terbuka.

Data korban dan kerusakan masih bersifat sementara karena proses asesmen dan verifikasi lapangan terus berlangsung.

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Gempa NTT M 7,7 hari ini memicu longsor yang menutup total Jalan Trans Flores dan memutus akses Ende-Bajawa.
Gempa NTT M 7,7 hari ini memicu longsor yang menutup total Jalan Trans Flores dan memutus akses Ende-Bajawa.

Akses Jalan Nagekeo Terganggu

Gempa menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Nagekeo mengalami gangguan. Kondisi tersebut berdampak pada akses transportasi, terutama menuju Mbay, sekaligus menghambat mobilisasi petugas dan distribusi bantuan.

Sejumlah titik kerusakan dilaporkan berada pada jalur yang menghubungkan Ende-Nagekeo dan ruas Ende-Maumere.

Untuk menjangkau wilayah yang mengalami kendala akses darat, Basarnas mengerahkan kapal SAR dari Maumere menuju Mbay. Kapal tersebut diberangkatkan sekitar pukul 10.15 WITA untuk mendukung operasi penanganan dampak gempa.

Basarnas Kupang juga menyiapkan Kapal SAR Antareja beserta peralatan pendukung apabila diperlukan dalam proses pencarian dan pertolongan.

Gempa M7,7 Guncang Flores, Peringatan Tsunami Berakhir, Penanganan Korban dan Kerusakan Terus Dilakukan

Pemerintah Pusat Perkuat Koordinasi Penanganan

Pemerintah pusat melakukan koordinasi lintas lembaga sejak gempa terjadi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kepala Basarnas, BMKG, BNPB, serta Gubernur NTT.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pemerintah dan lembaga terkait berada dalam kondisi siaga serta dapat mengambil tindakan cepat sesuai perkembangan di lapangan.

Pemerintah terus memantau dampak gempa, aktivitas susulan, kondisi masyarakat, serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, masyarakat diimbau tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi gempa susulan. Warga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi.

Informasi mengenai perkembangan gempa, gempa susulan, kondisi muka air laut, maupun potensi tsunami hendaknya diperoleh hanya dari BMKG, BNPB, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi resmi lainnya.

Proses pencarian, evakuasi, pendataan korban, serta asesmen kerusakan masih berlangsung. Data mengenai jumlah korban dan dampak gempa dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.


𝐒𝐨𝐮𝐫𝐜𝐞 𝐂𝐫𝐞𝐝𝐢𝐭: Kompas-Detikcom  | 𝐄𝐝𝐢𝐭𝐨𝐫: Redaksi PusakoNews.com

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R9b

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R6a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews