"SD Yapis Waghete I di Deiyai Dibakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar"
SD Yapis Waghete I Dibakar, Kerugian Capai Rp2 Miliar dan 9 Ruang Kelas Ludes
SD Yapis Waghete I dibakar simpatisan OPM.
Rangkuman Berita
Pembakaran SD Yapis Waghete I Picu Kerugian Rp2 Miliar, Aparat Buru Pelaku
9 Kelas Hangus Terbakar, Masa Depan Ratusan Siswa di Deiyai Ikut Terdampak
Sekolah Dasar di Papua Tengah Dibakar, Kapendam: Pelaku Akan Diusut Tuntas
Sesuaikan Ukuran Baca
565
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Kabupaten Deiyai - Aksi pembakaran menimpa SD Yapis Waghete I yang berada di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, pada Kamis dini hari, 4 Juni 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit bangunan sekolah beserta sejumlah fasilitas pendidikan hangus terbakar dan menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut diduga dilakukan oleh simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Akibat kebakaran itu, sembilan ruang kelas beserta berbagai sarana dan perlengkapan pendidikan yang selama ini digunakan dalam kegiatan belajar mengajar tidak dapat diselamatkan.
Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga mengganggu keberlangsungan proses belajar ratusan siswa yang selama ini menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Hilangnya ruang belajar dan fasilitas penunjang pendidikan menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, membenarkan terjadinya pembakaran terhadap SD Yapis Waghete I. Ia menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan yang menyasar fasilitas pendidikan dan merugikan masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menurutnya, sekolah merupakan sarana strategis dalam membangun sumber daya manusia dan mencerdaskan generasi penerus bangsa. Karena itu, segala bentuk tindakan yang menghambat akses pendidikan dinilai sebagai perbuatan yang merugikan masa depan anak-anak Papua.
“Aksi keji ini tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengusut tuntas pelaku yang sengaja membakar sekolah tersebut,” tegas Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa aparat keamanan akan melakukan langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Penegakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Pasca kejadian, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi guna memastikan penanganan dampak kebakaran berjalan optimal. Upaya tersebut mencakup pengamanan wilayah, pendataan kerusakan, serta langkah-langkah untuk memulihkan kegiatan pendidikan yang terdampak.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pemerintah dan aparat terkait juga berupaya menciptakan situasi yang kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya dengan aman. Pemulihan sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas agar proses belajar mengajar dapat segera berlangsung kembali dan para siswa tidak kehilangan hak mereka untuk memperoleh pendidikan.
Kapendam XVII/Cenderawasih menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung perlindungan terhadap fasilitas pendidikan di Papua. Ia memastikan aparat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan lingkungan pendidikan serta mengawal proses hukum terhadap para pelaku.
Peristiwa pembakaran SD Yapis Waghete I menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melindungi fasilitas pendidikan sebagai aset masa depan bangsa. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang tumbuh dan berkembangnya generasi muda yang akan menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional di masa mendatang.
Kerugian materi yang ditimbulkan akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp2 miliar, sementara dampak sosial yang dirasakan masyarakat, khususnya para siswa dan tenaga pendidik, jauh lebih besar karena menyangkut keberlangsungan pendidikan dan harapan masa depan anak-anak di wilayah tersebut. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar