"Pramono Pastikan Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas Utama Jakarta"
Pramono Siapkan LPDP Daerah, Puluhan Anak Berprestasi Akan Kuliah ke Luar Negeri
Dalam sambutannya, Pramono berharap kehadiran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z dapat memicu para pengambil kebijakan di Indonesia untuk berani mengeksekusi keputusan-keputusan strategis yang berpihak kepada masyarakat
Sesuaikan Ukuran Baca
510
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali menegaskan komitmennya untuk menempatkan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai dua prioritas utama dalam pembangunan Ibu Kota. Sejak mengemban amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono memastikan kedua sektor tersebut akan terus memperoleh perhatian melalui penguatan program serta dukungan anggaran yang memadai.
Diskusi ini menghadirkan empat narasumber termasuk dua penulisnya yakni Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman serta Founder Juristic.id, Virdinda La Ode Achmad dan politisi muda Muhammad Syaeful Mujab
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara peluncuran sekaligus diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7).
Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menjaga bahkan meningkatkan alokasi anggaran bagi layanan kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dapat diakses secara merata oleh seluruh warga Jakarta.
Suasana saat berlangsungnya diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z
Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memiliki jaringan fasilitas kesehatan yang terdiri atas 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu. Seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau kapan pun dibutuhkan.
"Untuk layanan kesehatan, Jakarta saat ini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Semuanya bisa dimanfaatkan kapan saja oleh masyarakat Jakarta," ujar Pramono.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Sejak awal menjabat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bertekad memprioritaskan program kesehatan dan pendidikan.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program bantuan, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program penebusan ijazah bagi masyarakat yang terkendala administrasi pendidikan.
Pramono mengungkapkan, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan sebanyak 707.477 beasiswa kepada peserta didik mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Selain itu, sebanyak 15.825 mahasiswa program sarjana (S1) juga menerima bantuan beasiswa dari pemerintah daerah. Bahkan, cakupan program tersebut kini mulai diperluas untuk mendukung mahasiswa yang menempuh pendidikan pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat memberikan sambutan
Sebagai langkah lanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan program beasiswa daerah yang memiliki konsep serupa dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada tahun depan dengan sasaran sekitar 50 hingga 75 pelajar berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
"Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan menyiapkan program beasiswa daerah semacam LPDP yang akan menyekolahkan 50 hingga 75 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu ke luar negeri," kata Pramono.
Selain memperkuat layanan pendidikan formal, Pramono juga menyoroti keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah Jakarta Selatan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari kelompok rentan, seperti anak jalanan, anak dari keluarga kurang mampu, korban keluarga yang tidak harmonis (broken home), hingga anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dengan tebal 340 halaman, buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z menyajikan pembahasan mengenai relevansi Marhaenisme bagi Generasi Z
Menurutnya, saat ini sekitar 100 anak telah mengikuti program tersebut dan sebanyak 90 di antaranya memperoleh dukungan beasiswa dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membuka kembali akses pendidikan bagi mereka.
Pramono menilai semangat yang dibangun melalui program-program tersebut sejalan dengan nilai-nilai Marhaenisme, yakni menghadirkan kesempatan yang setara bagi masyarakat lapisan bawah agar mampu bangkit dan memiliki masa depan yang lebih baik.
"Marhaenisme adalah mengangkat orang yang bukan siapa-siapa dari kaum paling bawah, agar mereka memiliki harapan," ungkapnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya
Ia juga mengapresiasi fasilitas serta semangat yang tumbuh di Sekolah Rakyat, yang menurutnya mencerminkan implementasi nyata dari nilai-nilai Marhaenisme dalam kehidupan bermasyarakat.
"Fasilitas dan semangat di sana sangat luar biasa. Inilah sebenarnya roh dari Marhaenisme yang sejati," tuturnya.
Menutup sambutannya, Pramono berharap buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memperkuat semangat kepedulian sosial, keadilan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Saya berharap, Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z ini dapat menginspirasi kita semua. Apalagi ada banyak tokoh dan anak-anak muda yang menjadi harapan kita bersama," pungkas Pramono. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar