Pasang Iklan Native PusakoNews.com R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Biara Bersejarah Kyiv Pechersk Lavra Terbakar Akibat Serangan Besar Rusia, Ukraina Desak Respons Internasional

Geopolitics

"Biara Bersejarah Kyiv Terbakar Hebat, Serangan Rusia Picu Kecaman Dunia"

Kyiv Pechersk Lavra Dilalap Api, Ukraina Sebut Rusia Serang Warisan Kristen
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi Katedral Dormisi biara Kyiv Pechersk Lavra, yang terbakar setelah terkena serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di Kyiv
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi Katedral Dormisi biara Kyiv Pechersk Lavra, yang terbakar setelah terkena serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di Kyiv

Rangkuman Berita

  • Situs Warisan Dunia UNESCO di Kyiv Rusak Akibat Serangan Besar Rusia
  • Rusia Gempur Kyiv dengan 611 Drone dan 70 Rudal, Biara Ikonik Terbakar
  • Tragedi di Kyiv: Biara Berusia 1.000 Tahun Terbakar Saat Serangan Rusia
Sesuaikan Ukuran Baca
552
Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Kyiv - Salah satu situs keagamaan dan budaya paling bersejarah di Ukraina, Biara Kyiv Pechersk Lavra, mengalami kebakaran hebat setelah menjadi dampak dari serangan udara besar-besaran Rusia yang menggempur ibu kota Kyiv pada Senin malam. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, sekaligus memicu kerusakan di sejumlah fasilitas sipil dan budaya penting.

Rekaman dan foto dari lokasi menunjukkan kobaran api membubung tinggi dari kompleks biara yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut. Petugas pemadam kebakaran terlihat berupaya keras mengendalikan api yang melanda area sekitar Katedral Dormisi (Dormition Cathedral), salah satu bangunan utama di kompleks berusia hampir seribu tahun itu.

Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia melancarkan serangan besar dengan menembakkan 611 drone serang jarak jauh serta 70 rudal ke berbagai wilayah Ukraina. Seorang jurnalis CNN yang berada di Kyiv melaporkan mendengar serangkaian ledakan selama berlangsungnya serangan semalam.


Related News: Serangan Drone Ukraina ke St. Petersburg Meningkat, Rusia Sebut sebagai Operasi Terbesar Sejak Invasi 2022


Pihak berwenang Ukraina menyatakan bahwa sejumlah relik keagamaan dan benda-benda suci telah berhasil dievakuasi dari dalam katedral untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Namun, tingkat kerusakan keseluruhan pada bangunan bersejarah tersebut masih dalam proses penilaian.

Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Biara Pechersk Lavra di Kyiv terbakar setelah serangan Rusia
Biara Pechersk Lavra di Kyiv terbakar setelah serangan Rusia

Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan bahwa kebakaran menghanguskan sekitar 800 meter persegi atap Katedral Dormisi. Upaya pemadaman berlangsung sepanjang malam hingga pagi hari sebelum api akhirnya berhasil dikendalikan pada siang hari waktu setempat.

Selain kompleks biara, kebakaran juga melanda gedung yang berada dalam kawasan Kompleks Kebudayaan, Seni, dan Museum Nasional dengan luas area terdampak mencapai sekitar 1.000 meter persegi.

Secara keseluruhan, sedikitnya lima warga dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 30 orang mengalami luka-luka akibat serangan di Kyiv. Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko menyebut sekitar 140.000 rumah tangga di bagian utara kota sempat mengalami pemadaman listrik sebagai dampak serangan tersebut.


Related News: Zelensky Ajukan Pertemuan Langsung dengan Putin, Dorong Terobosan Baru untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina


Di tingkat nasional, bombardemen Rusia yang terjadi pada hari yang sama menyebabkan sedikitnya 11 korban jiwa di berbagai wilayah Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya menyebut bahwa operasi militer tersebut menargetkan fasilitas yang terkait dengan kompleks industri pertahanan di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipropetrovsk.

Menanggapi serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah cepat dan konkret menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (G7) di Évian, Prancis.

Menurut Zelensky, serangan terbaru itu menunjukkan bahwa Rusia masih berkomitmen untuk melanjutkan perang yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun. Ia menekankan pentingnya peningkatan tekanan internasional terhadap Moskow serta penguatan sistem pertahanan udara Ukraina.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa para pemimpin negara-negara G7 akan membahas langkah lanjutan untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia, mendorong Presiden Vladimir Putin ke meja perundingan, serta menghentikan jatuhnya korban sipil.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyerukan penyelenggaraan rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membahas eskalasi serangan terbaru tersebut.

Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Situs Warisan Dunia yang Menjadi Simbol Sejarah Ukraina

Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi Katedral Dormisi dari biara Kyiv Pechersk Lavra, yang terbakar setelah terkena serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia di Kyiv
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi Katedral Dormisi dari biara Kyiv Pechersk Lavra, yang terbakar setelah terkena serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia di Kyiv

Kyiv Pechersk Lavra merupakan salah satu situs religius paling penting di Ukraina dan telah tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pada 2023, UNESCO memasukkan kompleks tersebut ke dalam daftar Warisan Dunia dalam Bahaya akibat ancaman kerusakan yang ditimbulkan oleh agresi militer Rusia.

UNESCO mengutuk serangan yang menyebabkan kerusakan pada kawasan bersejarah tersebut. Organisasi itu menegaskan bahwa penghancuran fasilitas budaya dan pendidikan tidak hanya merusak warisan sejarah, tetapi juga menghilangkan ruang sosial yang berperan penting dalam proses pemulihan masyarakat.

Didirikan pada abad ke-11, Kyiv Pechersk Lavra terdiri atas jaringan gereja, bangunan keagamaan, serta gua-gua bawah tanah yang selama berabad-abad menjadi tempat penyimpanan relik para santo Ortodoks. Kompleks ini dikenal sebagai pusat spiritual utama bagi masyarakat Ukraina sekaligus destinasi ziarah penting bagi umat Kristen Ortodoks.

UNESCO bahkan menyebut Kyiv Pechersk Lavra sebagai salah satu “mahakarya seni Ukraina” yang memiliki nilai budaya dan sejarah luar biasa.

Presiden Zelensky menggambarkan serangan terhadap kompleks tersebut sebagai salah satu tindakan paling serius yang dilakukan Rusia terhadap warisan budaya dan tradisi Kristen sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022.

Menurut data yang disampaikan Wakil Kepala Staf Kepresidenan Ukraina, Olena Kovalska, sejak awal invasi Rusia, sebanyak 338.294 fasilitas infrastruktur sipil telah mengalami kerusakan atau kehancuran. Di antaranya terdapat ribuan rumah sakit, lembaga pendidikan, hampir seribu bangunan budaya, serta ratusan tempat ibadah.

Data dari Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina juga menunjukkan bahwa bulan lalu menjadi periode dengan jumlah korban sipil tertinggi sejak April 2022.

Serangan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Zelensky mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai upaya mengakhiri perang. Trump juga diketahui melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu, menurut keterangan Kremlin.

Zelensky menyatakan harapannya agar Amerika Serikat bersama mitra internasional lainnya dapat membantu mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan bagi Ukraina dan mengakhiri konflik yang telah menelan banyak korban selama lebih dari empat tahun terakhir.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Kediri R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews