PusakoNews.com, Warsawa - NATO mengerahkan sejumlah jet tempur setelah sebuah rudal Rusia memasuki wilayah udara Polandia dan meledak di wilayah timur negara itu, Kamis (31/7). Insiden tersebut terjadi di tengah serangan besar-besaran Rusia menggunakan rudal balistik dan drone ke berbagai wilayah Ukraina yang menewaskan sedikitnya delapan warga sipil, termasuk anak-anak, serta melukai lebih dari 50 orang.
Menurut NATO, rudal yang terdeteksi memasuki wilayah udara Polandia memicu respons cepat negara-negara anggota aliansi. Sejumlah pesawat tempur F-16, pesawat pengisian bahan bakar di udara, serta pesawat peringatan dini diterbangkan untuk mengamankan wilayah. NATO menegaskan akan terus mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna menjaga integritas wilayah negara-negara anggotanya.
Otoritas Polandia menyatakan ledakan rudal tersebut membentuk kawah besar di Desa Tarnawa-Kolonia, Polandia timur. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material, namun insiden ini kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa perang Rusia-Ukraina berpotensi meluas ke wilayah negara-negara anggota NATO.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengatakan Polandia bersama NATO telah mengaktifkan sistem pertahanan udara dan darat sebagai langkah antisipasi. Ia menyebut insiden tersebut sebagai tindakan gegabah Rusia yang membawa konsekuensi serius terhadap stabilitas kawasan.
Jet Tempur NATO Dikerahkan Setelah Rudal Rusia Jatuh di Polandia, Ketegangan Regional Meningkat
"Rudal Rusia Jatuh di Polandia, NATO Kerahkan Jet Tempur F-16"
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk langsung meninjau lokasi kejadian dan menyatakan seluruh indikasi mengarah pada rudal milik Rusia. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengidentifikasi proyektil tersebut sebagai rudal jelajah Kh-101 Rusia. Menurutnya, peristiwa ini mempertegas urgensi penguatan sistem pertahanan udara Ukraina demi melindungi keamanan kawasan Euro-Atlantik.
Pelanggaran wilayah udara oleh rudal dan drone yang diduga berasal dari Rusia semakin sering terjadi di negara-negara sayap timur NATO. Rumania berulang kali melaporkan masuknya drone ke wilayah udaranya dan baru-baru ini memanggil Duta Besar Rusia untuk menyampaikan protes resmi. Insiden serupa juga dilaporkan Estonia dan Latvia pada Mei lalu, sementara Polandia telah meningkatkan kesiagaan pertahanan udaranya sejak tahun lalu sebagai respons terhadap ancaman tersebut.
Meningkatnya frekuensi penyusupan drone dan rudal juga mendorong Uni Eropa membahas pembentukan sistem pertahanan regional berupa "tembok drone" guna memperkuat perlindungan di perbatasan timur blok tersebut.
[PusakoNews.com/red]









Komentar