Disentil Menteri HAM, Kritik Tiyo Ardianto Soal MBG Dinilai Lukai Rakyat Kecil

Tanggapan Menteri HAM atas Kritik BEM UGM dan Perkembangan Dugaan Teror terhadap Ketua BEM
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
77
563
PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi kritik yang disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, terkait sejumlah program pemerintah.

Menteri HAM menyayangkan pernyataan yang mengaitkan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat dengan agenda politik Pemilu 2029. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin undang-undang, namun penyampaiannya tetap perlu menjunjung etika dan bersifat konstruktif.

Sebagai mantan aktivis 1998, Menteri HAM menyatakan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai kritik yang membangun dapat menjadi bagian dari penguatan kebijakan publik.

Di sisi lain, Ketua BEM UGM dilaporkan menerima sejumlah pesan bernada ancaman melalui aplikasi WhatsApp dari nomor luar negeri, menyusul kritik yang disampaikan terhadap kebijakan pemerintah. Ancaman tersebut juga menyasar keluarga yang bersangkutan.

Universitas Gadjah Mada menyatakan telah memantau situasi dan memberikan pendampingan. Selain itu, permohonan perlindungan juga telah diajukan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi X DPR dan elemen masyarakat sipil, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan teror tersebut serta memastikan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat di ruang demokrasi.

Berita Terkait