"Taiwan Uji Tembak HIMARS ke Arah Selat Taiwan, Perkuat Kesiapan Hadapi Ancaman Militer China"
Taiwan Tembakkan HIMARS ke Arah China, Sinyal Keras di Tengah Memanasnya Selat Taiwan
Sebuah roket diluncurkan dari Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) selama latihan tembak langsung militer di Kota Taichung, Taiwan, Rabu, 10 Juni.
Rangkuman Berita
Taiwan Pamer Kekuatan HIMARS, China Kini Hadapi Ancaman Roket Bergerak
Latihan Militer Taiwan Bikin Tegang, HIMARS AS Ditembakkan ke Arah China
Taiwan Siaga Perang? HIMARS Meluncur ke Selat Taiwan dalam Simulasi Invasi China
Sesuaikan Ukuran Baca
552
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Taichung - Taiwan kembali menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi potensi ancaman militer dari China dengan menggelar latihan tembak langsung menggunakan sistem roket artileri bergerak High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) yang dipasok Amerika Serikat. Latihan tersebut berlangsung pada Rabu dan menjadi momen penting dalam penguatan kemampuan pertahanan pulau yang berpemerintahan sendiri itu.
Latihan ini menandai pertama kalinya roket HIMARS ditembakkan ke perairan Selat Taiwan sejak sistem tersebut diterima oleh militer Taiwan. Sebelumnya, HIMARS telah menjalani serangkaian pengujian, namun belum pernah digunakan dalam skenario tembak langsung yang mengarah ke perairan yang memisahkan Taiwan dan China.
Militer Taiwan menegaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan tempur sekaligus menguji kemampuan operasional sistem persenjataan modern dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman keamanan.
“Dengan adanya ancaman yang terus berkembang, kami akan terus melaksanakan pelatihan HIMARS dengan tekad kuat untuk mempertahankan Taiwan dan menjaga keamanan negara,” ujar Sersan Angkatan Darat Taiwan, Wang Ming-hui.
Menurut pihak militer, roket yang digunakan dalam latihan tersebut merupakan amunisi latihan jarak pendek. Roket ditembakkan ke area perairan yang telah ditentukan dan jatuh tidak jauh dari garis pantai, sesuai dengan prosedur keamanan yang telah ditetapkan.
Dalam wawancara dengan Media, Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat, Alexander Yui, menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan rutin terhadap sistem HIMARS yang baru diperoleh.
“Kami adalah sebuah pulau. Pilihan arah tembakan hanya ke timur atau ke barat, dan dalam latihan ini dipilih ke arah barat,” kata Yui.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Para tentara bergerak melewati sebuah howitzer swa-gerak selama latihan menembak langsung militer di Kota Taichung, Taiwan
Ketegangan antara Taiwan dan China terus menjadi perhatian kawasan. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menegaskan bahwa pulau tersebut pada akhirnya harus kembali berada di bawah kendali China. Di sisi lain, Taiwan mempertahankan sistem pemerintahan sendiri dan terus memperkuat kapasitas pertahanannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, China secara rutin mengerahkan kapal perang dan pesawat militernya di sekitar wilayah Taiwan serta menggelar latihan militer berskala besar yang meningkatkan tekanan terhadap Taipei.
Amerika Serikat sendiri tidak secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat. Namun Washington secara konsisten menentang perubahan status quo melalui penggunaan kekuatan dan tetap menjadi pemasok utama persenjataan pertahanan bagi Taiwan.
Sistem HIMARS menjadi salah satu elemen utama dalam strategi pertahanan asimetris yang didorong Amerika Serikat untuk Taiwan. Strategi ini menitikberatkan pada kemampuan menghadapi kekuatan militer yang lebih besar melalui mobilitas tinggi, serangan presisi, serta kemampuan bertahan yang fleksibel.
Peluncur HIMARS dipasang pada kendaraan taktis beroda yang memungkinkan sistem tersebut bergerak cepat dari lokasi persembunyian menuju titik peluncuran, menembakkan roket, kemudian segera berpindah ke lokasi lain. Taktik ini dikenal sebagai “shoot-and-scoot” atau tembak dan berpindah, yang bertujuan mengurangi risiko serangan balasan dari lawan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Latihan tembak berlangsung pada hari kedua rangkaian manuver militer di pesisir barat Taiwan yang menghadap langsung ke daratan China. Selain HIMARS, latihan juga melibatkan howitzer kaliber 155 milimeter dalam simulasi respons terhadap skenario invasi.
Fokus utama latihan adalah menguji kemampuan pengerahan cepat pasukan, koordinasi operasi tempur, serta akurasi serangan terhadap target yang telah ditentukan. Setelah menerima perintah penembakan, unit HIMARS bergerak menuju posisi yang telah dipersiapkan dan meluncurkan roket dalam waktu sekitar tiga menit, menunjukkan tingkat mobilitas dan respons yang tinggi.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu aset penting dalam strategi pertahanan Taiwan, terutama untuk menghadapi kemungkinan operasi militer skala besar di masa mendatang.
Sementara itu, penguatan armada HIMARS Taiwan masih menjadi perhatian internasional. Pada Desember lalu, Amerika Serikat mengumumkan rencana penjualan tambahan 82 unit HIMARS kepada Taiwan sebagai bagian dari paket kerja sama pertahanan bernilai besar. Namun, implementasi kesepakatan tersebut dilaporkan belum menunjukkan perkembangan signifikan setelah pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada bulan sebelumnya.
Latihan terbaru ini menegaskan komitmen Taiwan untuk terus meningkatkan kesiapan pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks, sekaligus memperlihatkan peran penting sistem persenjataan modern dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Selat Taiwan. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar