KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan Nasional Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi, Perkuat Peluang Ekspor dan Ekonomi Umat

Haji & Umbroh

"Menhaj Dorong Beras hingga Ikan Patin Indonesia Kuasai Pasar Katering Haji Saudi"

Produk Pangan Indonesia Siap Tembus Katering Haji Arab Saudi, Ini Komoditas Andalannya
Kemenhaj Bidik Produk RI Masuk Dapur Haji Arab Saudi, Peluang Ekspor Miliaran Terbuka
Kemenhaj Bidik Produk RI Masuk Dapur Haji Arab Saudi, Peluang Ekspor Miliaran Terbuka

Rangkuman Berita

  • Kemenhaj Ungkap Peluang Besar Komoditas RI di Dapur Haji Arab Saudi
  • Beras, Santan, hingga Ikan Patin RI Dibidik Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
  • Menhaj: Produk Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Katering Haji Saudi
Sesuaikan Ukuran Baca
524
Space Available R5 Grafiti

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Madinah - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mendorong perluasan akses pasar bagi produk pangan nasional di Arab Saudi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok penyelenggaraan ibadah haji sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha dalam negeri.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, saat melakukan peninjauan ke sejumlah dapur katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah bersama Tim Amirul Hajj. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau operasional Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering, dua perusahaan yang menjadi bagian dari jaringan penyedia layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan bagi jemaah berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan, mulai dari aspek kebersihan, kesehatan, keamanan pangan, hingga ketepatan distribusi makanan kepada para jemaah.

Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa kualitas layanan konsumsi merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan ibadah haji yang harus mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh mitra penyedia layanan agar kebutuhan jemaah dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami ingin memastikan dapur-dapur yang melayani jemaah Indonesia mampu bekerja secara profesional, menjaga kebersihan, memenuhi standar kesehatan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah,” ujar Mochammad Irfan Yusuf saat melakukan peninjauan di salah satu dapur katering di Madinah, Rabu (3/6/2026).

Space Available Palu R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan Nasional Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi, Perkuat Peluang Ekspor dan Ekonomi Umat

Selain memastikan kualitas layanan konsumsi, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi peluang pemanfaatan komoditas pangan asal Indonesia dalam rantai pasok katering haji di Arab Saudi. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sejumlah bahan pangan yang digunakan dalam proses penyediaan makanan bagi jemaah memiliki karakteristik yang sangat dekat dengan produk-produk yang dihasilkan Indonesia.

Komoditas seperti beras, santan, ikan patin, ikan teri, kerupuk, asam jawa, serta berbagai jenis bumbu masakan Nusantara dinilai memiliki potensi besar untuk dipasarkan dan digunakan secara lebih luas dalam layanan katering haji dan umrah.

Menurut Menteri Haji dan Umrah, Indonesia memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan berbagai komoditas tersebut. Bahkan, beberapa produk yang saat ini beredar di pasar Arab Saudi diduga berasal dari Indonesia, namun masuk melalui jalur distribusi negara lain atau dipasarkan dengan identitas merek dari negara berbeda.

“Saya melihat sejumlah produk yang digunakan di dapur katering memiliki kemiripan dengan produk Indonesia. Ada santan yang kemungkinan bahan bakunya berasal dari Indonesia namun dipasarkan melalui negara lain. Begitu pula ikan patin yang saat ini dipasok dari negara tetangga, padahal Indonesia memiliki potensi produksi yang sangat besar,” ujarnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa produk pangan Indonesia sejatinya telah memiliki daya saing dan diterima oleh pasar internasional. Namun demikian, diperlukan langkah-langkah strategis agar komoditas nasional dapat masuk secara langsung ke pasar Arab Saudi dan memperoleh pengakuan sebagai produk Indonesia.

Pemerintah sebelumnya telah melakukan berbagai upaya untuk memperluas penetrasi pasar komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi. Beberapa produk seperti beras dan aneka bumbu masakan telah mulai dijajaki untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan Nasional Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi, Perkuat Peluang Ekspor dan Ekonomi Umat

Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait tingginya biaya logistik dan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi jalur distribusi barang serta efisiensi pengiriman.

“Kami sudah mulai mencoba mengirim beras dan berbagai bumbu dari Indonesia. Namun situasi kawasan yang belum sepenuhnya kondusif menyebabkan biaya transportasi meningkat sehingga sejumlah rencana pengiriman belum dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Kendati menghadapi berbagai kendala, pemerintah tetap optimistis bahwa peluang pasar katering haji dan umrah di Arab Saudi sangat menjanjikan. Setiap tahun, jutaan jemaah dari berbagai negara datang ke Tanah Suci dan membutuhkan layanan konsumsi dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menciptakan permintaan yang stabil terhadap berbagai komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama penyedia katering.

Bagi Indonesia, peluang tersebut tidak hanya bernilai ekonomi semata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi produk nasional di pasar global. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang merupakan salah satu terbesar di dunia, pemanfaatan produk dalam negeri dalam layanan konsumsi haji diyakini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi sektor pertanian, perikanan, industri pangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Peluangnya sangat besar. Produk-produk yang dibutuhkan sebenarnya banyak tersedia di Indonesia. Yang diperlukan adalah bagaimana memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku agar produk-produk tersebut dapat diterima dan masuk ke pasar Arab Saudi,” kata Menteri Haji dan Umrah.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan Nasional Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi, Perkuat Peluang Ekspor dan Ekonomi Umat

Sebagai bagian dari langkah jangka panjang, Kementerian Haji dan Umrah juga membuka peluang untuk memperkuat penggunaan komoditas Indonesia melalui skema kerja sama dengan perusahaan penyedia katering. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah memasukkan ketentuan penggunaan bahan baku tertentu asal Indonesia ke dalam kontrak layanan konsumsi jemaah.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar bagi produk nasional sekaligus memperluas keterlibatan pelaku usaha Indonesia dalam ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah.

“Ke depan, dalam kontrak layanan konsumsi dapat diatur penggunaan sejumlah komoditas tertentu dari Indonesia. Ini akan menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi produk nasional dalam rantai pasok katering haji, meskipun implementasinya tentu memerlukan penyesuaian dengan berbagai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa penguatan rantai pasok produk pangan Indonesia untuk kebutuhan haji dan umrah merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai tambah yang lebih luas bagi bangsa. Selain mendukung pelayanan jemaah, kebijakan tersebut juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi nasional.

Menurutnya, keterlibatan petani, nelayan, UMKM, serta industri pengolahan pangan dalam rantai pasok haji akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan. Dengan demikian, penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana penguatan ekonomi umat dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

“Kami ingin jemaah mendapatkan makanan yang sesuai dengan cita rasa dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Pada saat yang sama, kita juga ingin menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha nasional. Haji tidak hanya menjadi pelayanan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan ekosistem ekonomi Indonesia di tingkat global,” tegasnya.

Pemerintah berharap stabilitas kawasan Timur Tengah dan membaiknya kondisi rantai logistik global ke depan dapat semakin membuka peluang bagi masuknya komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi. Dengan dukungan berbagai pihak, Indonesia diyakini mampu menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan pangan bagi layanan katering haji dan umrah, sekaligus memperluas jejak produk nasional di pasar internasional.
[PusakoNews.com/red]

Pasang Iklan di PusakoNews.com R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews