Space Available Jayapura R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Iran Peringatkan Eskalasi Serangan Israel di Lebanon dan Gaza Ancam Negoisasi Gencatan Senjata dengan AS

Geopolitics

"Ketegangan Memuncak, Iran Sebut Israel Langgar Gencatan Senjata di Semua Front"

Israel Gempur Lebanon dan Gaza, Iran Ancam Konsekuensi Besar untuk AS
Iran Murka! Serangan Israel di Lebanon dan Gaza Ancam Gagalkan Gencatan Senjata AS
Iran Murka! Serangan Israel di Lebanon dan Gaza Ancam Gagalkan Gencatan Senjata AS

Rangkuman Berita

  • Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Jika Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon
  • Trump Turun Tangan! Israel Disebut Batal Serang Beirut Usai Telepon Netanyahu
  • Iran Peringatkan Perang Regional Bisa Pecah Jika Israel Tak Hentikan Serangan
Sesuaikan Ukuran Baca
637
Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Tehran - Pemerintah Iran memperingatkan bahwa meningkatnya agresi militer Israel di Lebanon dan Jalur Gaza berpotensi menggagalkan proses negosiasi gencatan senjata yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat. Peringatan tersebut disampaikan sejumlah pejabat tinggi Iran di tengah eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan Israel ke Lebanon selatan serta operasi militer yang terus berlangsung di Gaza dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan penghentian konflik yang sedang diupayakan melalui jalur diplomatik.


Iran Peringatkan Eskalasi Serangan Israel di Lebanon dan Gaza Ancam Negoisasi Gencatan Senjata dengan AS


Dalam pernyataannya pada Senin, Araghchi menegaskan bahwa konsep gencatan senjata yang dibahas antara Iran dan Amerika Serikat harus berlaku menyeluruh di seluruh kawasan konflik, termasuk Lebanon.

“Gencatan senjata antara Iran dan AS berlaku di semua lini, termasuk Lebanon. Pelanggaran di satu wilayah berarti pelanggaran terhadap keseluruhan kesepakatan,” tegas Araghchi melalui unggahan di media sosial.

Ia juga menuding Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang muncul akibat meningkatnya ketegangan tersebut.

Space Available R5 Grafiti

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Mohammad Bagher Ghalibaf dari Iran memperingatkan AS bahwa 'setiap pilihan memiliki harga'
Mohammad Bagher Ghalibaf dari Iran memperingatkan AS bahwa 'setiap pilihan memiliki harga'

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Menurutnya, blokade maritim serta intensifikasi operasi militer Israel di Lebanon menunjukkan ketidakpatuhan Washington terhadap komitmen gencatan senjata.

“Blokade angkatan laut dan meningkatnya kejahatan perang rezim Zionis di Lebanon menjadi bukti nyata bahwa AS tidak menjalankan komitmennya,” ujar Ghalibaf.

Ia menambahkan bahwa setiap langkah yang diambil dalam konflik tersebut akan memiliki konsekuensi besar dan harus dipertanggungjawabkan.

Pernyataan para pejabat Iran muncul bersamaan dengan meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon selatan. Pasukan Israel dilaporkan mencapai titik terdalam penetrasi darat mereka di wilayah Lebanon dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Di saat yang sama, militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di kawasan pinggiran selatan Beirut, khususnya wilayah Dahiye, yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Ancaman serangan lanjutan terhadap ibu kota Lebanon itu memicu kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan meluasnya perang regional.

Namun demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah melakukan intervensi diplomatik guna meredakan situasi. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut dirinya telah melakukan percakapan langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump menyatakan bahwa Israel tidak akan melanjutkan serangan ke Beirut dan pasukan yang sebelumnya bergerak menuju wilayah tersebut telah diperintahkan kembali.

“Saya melakukan pembicaraan yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Netanyahu. Tidak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut, dan pasukan yang sedang bergerak telah dipulangkan,” tulis Trump.

Ia juga mengaku telah menjalin komunikasi melalui perwakilan tingkat tinggi dengan Hizbullah untuk menghentikan seluruh aksi saling serang antara kedua pihak.

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci pihak mana dari Hizbullah yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Pernyataan itu memicu perhatian karena Hizbullah selama ini ditetapkan Amerika Serikat sebagai organisasi teroris asing.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran juga menuntut penghentian segera operasi militer Israel di Jalur Gaza sebagai syarat utama keberlanjutan negosiasi.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Iran Peringatkan Eskalasi Serangan Israel di Lebanon dan Gaza Ancam Negoisasi Gencatan Senjata dengan AS

Menurut laporan tersebut, Iran bahkan telah menangguhkan pertukaran pesan melalui mediator dengan pejabat Amerika Serikat akibat terus berlanjutnya agresi militer Israel di Gaza dan Lebanon.

Tasnim menyebut para pejabat Iran menegaskan bahwa tidak akan ada pembicaraan lanjutan sebelum tuntutan penghentian operasi militer Israel dan penarikan penuh pasukan dari wilayah Lebanon dipenuhi.

Walaupun laporan itu belum dikonfirmasi secara resmi pemerintah Iran, sejumlah pengamat menilai publikasi Tasnim dapat dipandang sebagai sinyal politik dari Teheran mengingat kedekatan media tersebut dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Dalam perkembangan berikutnya, IRGC juga mengeluarkan ancaman keras dengan menyatakan kemungkinan pembukaan “front baru” konflik dan ancaman penutupan Selat Hormuz apabila operasi militer Israel tidak dihentikan.

Pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran itu menegaskan bahwa pelanggaran terhadap “garis merah” Iran di Lebanon dan Gaza dapat berujung pada konfrontasi langsung.

Di tengah meningkatnya tekanan tersebut, Amerika Serikat diketahui masih berupaya memisahkan konflik Israel-Hizbullah di Lebanon dari ketegangan lebih luas dengan Iran. Washington juga terus mendorong pembicaraan terpisah antara pejabat Lebanon dan Israel.

Namun Teheran menegaskan bahwa Lebanon harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap kesepakatan gencatan senjata di masa mendatang.

Di sisi lain, Presiden Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa Iran pada akhirnya akan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

“Iran ingin membuat kesepakatan. Santai saja, semuanya akan berjalan baik pada akhirnya,” tulis Trump dalam pernyataannya di Truth Social.

Ketegangan terbaru ini memperlihatkan situasi Timur Tengah yang semakin kompleks, di mana konflik di Gaza dan Lebanon kini semakin berisiko memicu benturan langsung antara kekuatan regional dan internasional.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Tasikmalaya R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Palembang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews