"Iran Serang Dua Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz, AS Lanjutkan Gelombang Serangan Militer Malam Ketiga"
Iran Serang Dua Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz, AS Balas dengan Gelombang Serangan Baru
Cuplikan layar dari video yang dirilis pada 13 Juli oleh militer AS, yang menurut mereka menunjukkan serangan terhadap fasilitas pemeliharaan di Bandar Abbas, Iran.
Sesuaikan Ukuran Baca
757
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) yang melintas di Selat Hormuz, bertepatan dengan gelombang serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang memasuki malam ketiga berturut-turut.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan dua kapal tanker, Mombasa dan Al Bahiyah, menjadi sasaran rudal jelajah Iran saat berlayar di perairan Oman. Serangan tersebut menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan lainnya, terdiri atas enam warga India dan dua warga Ukraina. Kedua kapal juga mengalami kerusakan serta kebakaran akibat hantaman rudal.
Pemerintah UEA mengecam keras aksi tersebut sebagai serangan yang "kurang ajar", menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, serta menegaskan memiliki hak untuk mengambil seluruh langkah yang dianggap perlu sebagai respons.
IRGC mengonfirmasi serangan tersebut. Dalam keterangannya, Iran menuding kedua kapal tanker mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan berupaya melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau. Iran juga memperingatkan bahwa setiap bentuk kerja sama dengan pihak yang dianggap sebagai musuh hanya akan memperburuk situasi, memperlambat pembukaan kembali Selat Hormuz, dan berpotensi memicu krisis energi global.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target militer Iran di Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas. Serangan menggunakan amunisi presisi tersebut menargetkan sistem pertahanan pantai, radar, lokasi rudal, fasilitas drone, serta kemampuan maritim Iran dengan tujuan melemahkan kapasitas Teheran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.
CENTCOM menegaskan operasi militer akan terus dilanjutkan guna memberikan tekanan terhadap kemampuan militer Iran sekaligus menjaga keamanan kapal dagang dan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Di tengah eskalasi konflik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan yang mulai berlaku pada Selasa pukul 16.00 waktu setempat (20.00 GMT) itu ditujukan untuk menghentikan aktivitas kapal maupun pelanggan Iran di jalur utama pengiriman minyak dunia.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Iran Hantam Kapal Tanker UEA, AS Gempur Bandar Abbas dan Target Militer Lainnya
Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan mengenakan biaya tambahan sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Melalui platform Truth Social, ia menegaskan AS akan bertindak sebagai "penjaga" jalur pelayaran strategis tersebut, meski mekanisme pelaksanaannya belum dijelaskan secara rinci.
Sementara itu, Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Yordania, dan Bahrain, serta fasilitas radar di Oman. Rangkaian aksi saling serang ini semakin memperuncing perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia, yang kini berisiko memicu gangguan terhadap stabilitas keamanan kawasan dan pasokan energi global. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar