HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R7b

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Trump Akui Serangan ke Iran Selalu Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Cadangan Minyak AS Anjlok ke Level Terendah!

Geopolitics

"Ketegangan AS-Iran Reda, Namun Bayang-Bayang Krisis Energi Global Masih Membayangi"

Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Masih Terancam Melonjak
Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump
Sesuaikan Ukuran Baca
647
HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda setelah dua hari saling melancarkan serangan mematikan yang mengguncang kawasan Timur Tengah. Meski situasi di lapangan berangsur tenang dan berbagai negara mediator kembali mendorong jalur diplomasi, dampak konflik terhadap pasar energi global masih terasa signifikan.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proses negosiasi dengan Teheran. Pembahasan teknis antara kedua pihak juga dilaporkan tetap berlangsung sebagai bagian dari upaya meredakan eskalasi yang sempat meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

Selama konflik berlangsung, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami penurunan tajam. Jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia tersebut kembali menjadi sorotan karena gangguan distribusi berpotensi memperburuk ketidakstabilan pasar energi global yang sebelumnya telah tertekan akibat gangguan pasokan.

Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Cadangan minyak strategis tersimpan di gua-gua garam di sepanjang Pantai Teluk AS
Cadangan minyak strategis tersimpan di gua-gua garam di sepanjang Pantai Teluk AS

Di saat bersamaan, Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat (Strategic Petroleum Reserve/SPR) tercatat terus menyusut. Persediaan minyak turun sekitar 6,2 juta barel pada pekan yang berakhir 3 Juli sehingga tersisa sekitar 319,5 juta barel, level terendah sejak 1983 pada era pemerintahan Presiden Ronald Reagan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengakui bahwa setiap kali terjadi aksi militer AS terhadap Iran, harga minyak dunia cenderung mengalami kenaikan. Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya sensitivitas pasar energi terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Para analis menilai dampak konflik tidak hanya dirasakan negara-negara pengimpor minyak dari kawasan Teluk, tetapi juga memengaruhi harga bahan bakar di Amerika Serikat. Penyebab utamanya adalah harga minyak mentah dibentuk berdasarkan mekanisme pasar global, bukan semata-mata lokasi produksi.

Maksim Sonin, eksekutif energi yang bekerja sama dengan Center for the Future of Fuels Universitas Stanford, menegaskan bahwa kemandirian energi tidak menjamin stabilitas harga. Menurutnya, minyak merupakan komoditas global sehingga setiap gangguan pasokan di satu kawasan akan berdampak pada seluruh pasar dunia.

Strategic Petroleum Reserve sendiri merupakan cadangan darurat minyak mentah terbesar di dunia yang dibentuk Amerika Serikat pada 1975 sebagai respons atas embargo minyak Arab. Ratusan juta barel minyak disimpan di gua-gua garam bawah tanah di sepanjang Pantai Teluk AS dan dapat dilepas ke pasar saat terjadi gangguan pasokan besar akibat perang, bencana alam, maupun krisis geopolitik.

Cadangan strategis tersebut pernah dimanfaatkan setelah Badai Katrina pada 2005 serta ketika invasi Rusia ke Ukraina untuk membantu menjaga stabilitas pasokan energi global.

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Lebih dari 500 kapal telah melewati selat tersebut sejak 17 Juni, tetapi banyak yang masih terjebak.
Lebih dari 500 kapal telah melewati selat tersebut sejak 17 Juni, tetapi banyak yang masih terjebak.

Meski sebagian besar minyak Amerika Serikat tidak melewati Selat Hormuz, jalur tersebut tetap memiliki arti strategis bagi perekonomian dunia. Banyak negara mitra utama AS, seperti Korea Selatan dan India, sangat bergantung pada pasokan minyak yang melintasi selat tersebut.

Apabila distribusi melalui Selat Hormuz terganggu, negara-negara pengimpor akan mencari sumber pasokan alternatif dan bersaing memperoleh minyak dari produsen lain, termasuk Amerika Serikat. Kondisi tersebut berpotensi memperketat pasokan global, mendorong kenaikan harga minyak mentah acuan, dan pada akhirnya meningkatkan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Meski situasi keamanan di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, pelaku pasar masih mencermati perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran. Stabilitas hubungan kedua negara dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga energi global dalam beberapa waktu ke depan.
[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews