"Perang Memanas! Serangan Baru AS ke Iran Picu Balasan ke Kuwait dan Bahrain"
Trump Perintahkan Serangan Baru ke Iran, Timur Tengah Kian Bergolak
AS Gempur Iran Lagi, Teheran Balas Serang Kuwait dan Bahrain
Sesuaikan Ukuran Baca
704
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara lanjutan terhadap Iran pada Rabu. Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz menyusul serangan terhadap tiga kapal kargo sehari sebelumnya yang dituduhkan kepada Teheran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tambahan dilakukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional yang melintasi Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, langkah tersebut merupakan respons atas aksi yang dinilai membahayakan kapal-kapal komersial beserta awak sipil yang melintas di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Selat Hormuz Kembali Memanas, AS Lancarkan Serangan Besar ke Iran
Serangan udara menghantam sejumlah wilayah di pesisir selatan Iran dan dilaporkan memicu pemadaman listrik di beberapa daerah. Tak lama berselang, Iran melancarkan serangan balasan untuk hari kedua berturut-turut ke Kuwait dan Bahrain, dua negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan sistem pertahanannya berhasil mencegat rudal dan drone yang diluncurkan ke wilayahnya. Sementara itu, Qatar sempat mengeluarkan peringatan mengenai meningkatnya ancaman keamanan sebelum kemudian memastikan situasi kembali terkendali.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang dikutip Reuters mengatakan gelombang serangan terbaru memiliki skala lebih besar dibandingkan operasi sehari sebelumnya. Presiden Donald Trump menegaskan tindakan militer tersebut merupakan pembalasan atas serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Melalui platform Truth Social, Trump memperingatkan bahwa respons Washington akan jauh lebih keras apabila serangan serupa kembali terjadi.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Selat Hormuz
Selat Hormuz memiliki posisi strategis karena sebelum konflik berlangsung menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Kendali Iran atas kawasan tersebut dinilai memberikan pengaruh besar terhadap stabilitas perdagangan energi global. Meski belum mengakui bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal kargo, sejumlah analis menilai Teheran memanfaatkan tekanan di jalur pelayaran itu sebagai alat tawar dalam proses negosiasi.
Dari pihak Iran, Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan negaranya tidak akan membiarkan tekanan militer tanpa balasan. Ia menyatakan setiap serangan terhadap Iran akan direspons secara setimpal dan menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz hanya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan Teheran, bukan melalui ancaman.
Eskalasi terbaru juga memperkecil peluang tercapainya kesepakatan permanen berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni. Ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, Presiden Trump menyatakan dirinya menganggap kesepakatan sementara tersebut telah berakhir dan mengaku pesimistis terhadap keberlanjutan negosiasi dengan Iran. Meski demikian, Trump menilai konflik berskala penuh kemungkinan tidak akan kembali terjadi dan situasi pada akhirnya akan segera mereda.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Di pasar global, meningkatnya ketegangan mendorong harga minyak mentah Brent naik sekitar satu persen menjadi 78,80 dolar Amerika Serikat per barel.
Di pasar global, meningkatnya ketegangan mendorong harga minyak mentah Brent naik sekitar satu persen menjadi 78,80 dolar Amerika Serikat per barel. Namun, angka tersebut masih berada di bawah puncak harga yang sempat melampaui 120 dolar per barel pada akhir April.
Media Iran melaporkan serangan udara Amerika Serikat menyasar sejumlah wilayah strategis di sepanjang pesisir selatan, termasuk Bandar Abbas yang menjadi pelabuhan terbesar Iran sekaligus basis utama Angkatan Laut dan Garda Revolusi di Selat Hormuz. Serangan juga dilaporkan mengenai Konarak, Chabahar, Iranshahr, hingga jembatan kereta api di dekat Aqqala.
Di Chabahar, pemadaman listrik sempat terjadi sebelum pasokan kembali pulih di sebagian besar wilayah. Media setempat juga melaporkan menara pengawas lalu lintas maritim di kota tersebut terkena serangan. Sementara itu, seorang petugas pemadam kebakaran dilaporkan tewas akibat serangan di bandara Iranshahr.
Pemerintah Iran menilai tindakan militer Amerika Serikat melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati, khususnya terkait pengaturan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut operasi militer Washington bertentangan dengan komitmen yang telah disepakati kedua negara.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
AS Tingkatkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Naik
Di sisi lain, Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran menyatakan sejumlah opsi pembalasan tengah dipertimbangkan, mulai dari penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), perubahan doktrin nuklir nasional, hingga kemungkinan menutup Selat Bab-el-Mandeb yang juga merupakan jalur pelayaran internasional strategis.
Iran juga telah menyampaikan surat resmi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuduh Amerika Serikat melakukan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan kewajiban hukum internasional, sekaligus menilai serangan terbaru tersebut melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua negara. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar