Space Available Magelang R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Serangan Mematikan Israel di Kota Gaza Tewaskan Penerus Komandan Militer Hamas

Geopolitics

"Israel Bunuh Pimpinan Baru Sayap Militer Hamas, Gaza Kembali Membara"

Mohammed Odeh Tewas, Israel Klaim Lumpuhkan Arsitek Serangan 7 Oktober
Komandan Baru Hamas Mohammed Odeh Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Komandan Baru Hamas Mohammed Odeh Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Rangkuman Berita

  • Gaza Diguncang Rudal Israel, Komandan Baru Brigade Al-Qassam Tewas
  • Israel Gempur Pusat Kota Gaza, Pemimpin Baru Hamas Beserta Keluarga Tewas
  • Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Tokoh Penting Hamas dan Puluhan Korban
Sesuaikan Ukuran Baca
635
Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Gaza - Situasi keamanan di Jalur Gaza kembali memanas setelah serangan udara Israel di pusat Kota Gaza menewaskan Mohammed Odeh, tokoh yang disebut sebagai komandan baru Brigade Izzedine al-Qassam, sayap militer Hamas. Serangan yang terjadi pada Selasa itu menghantam sebuah gedung permukiman di kawasan pasar padat penduduk dan menyebabkan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka.

Kematian Odeh menambah daftar petinggi Hamas yang tewas dalam operasi militer Israel dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pemimpin sebelumnya dari Brigade al-Qassam, Izz ad-Din al-Haddad, juga dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel pada awal Mei lalu.

Menurut keterangan petugas medis setempat dan sejumlah saksi mata, serangan terjadi di gedung al-Kayali yang berada di pusat Kota Gaza. Tiga lantai teratas bangunan tersebut hancur setelah dihantam beberapa rudal hampir secara bersamaan. Lokasi serangan diketahui berada di salah satu kawasan pasar tersibuk, yang saat itu dipadati warga yang tengah mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Tim penyelamat dan pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban. Namun proses penyelamatan berlangsung sulit akibat kerusakan bangunan yang sangat parah serta kondisi kawasan yang dipenuhi warga. Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan ambulans dan petugas pertahanan sipil berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan di tengah kerumunan masyarakat.

Sejumlah saksi menyebut sedikitnya lima rudal menghantam bangunan tersebut dari arah berbeda dalam waktu hampir bersamaan. Seorang warga juga mengaku mendengar suara helikopter yang berputar di atas kawasan sebelum serangan dimulai.

Militer Israel bersama badan keamanan domestik Shin Bet mengonfirmasi bahwa operasi tersebut secara khusus menargetkan Mohammed Odeh. Dalam pernyataan resminya, Israel menyebut sejumlah bangunan yang digunakan sebagai tempat persembunyian Odeh menjadi sasaran setelah aparat intelijen melakukan pengawasan selama berbulan-bulan untuk melacak pergerakan dirinya dan jaringan pendukungnya.

Pernyataan gabungan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Shin Bet menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memburu pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan Hamas ke wilayah Israel selatan pada 7 Oktober lalu.

Israel juga menyatakan telah menyerang sebuah apartemen di dekat lokasi utama yang disebut milik anggota Hamas lain yang terlibat dalam serangan 7 Oktober dan menjadi bagian dari lingkaran dekat Odeh.

Space Available R5 Grafiti

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Serangan Mematikan Israel di Kota Gaza Tewaskan Penerus Komandan Militer Hamas

Pada Rabu, Hamas secara resmi mengonfirmasi bahwa Mohammed Odeh tewas dalam serangan tersebut bersama istrinya dan dua anaknya. Keluarga Odeh menyebut salah satu anaknya sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal akibat luka-luka yang diderita. Prosesi pemakaman dilaksanakan usai salat Zuhur di salah satu masjid di Kota Gaza.

Meski Hamas belum secara terbuka mengumumkan pengangkatan Odeh sebagai komandan baru Brigade Izzedine al-Qassam, sejumlah sumber internal menyebut ia baru saja dipilih untuk menggantikan posisi Izz ad-Din al-Haddad beberapa hari sebelum serangan terjadi.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Odeh sebagai salah satu “arsitek pembantaian 7 Oktober”. Pemerintah Israel menuduh Odeh bertanggung jawab atas berbagai aksi pembunuhan, penculikan, dan serangan terhadap warga Israel maupun personel militer.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus memburu seluruh pihak yang terlibat dalam serangan Hamas pada Oktober tahun lalu. Ia menekankan bahwa operasi militer Israel tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku ditemukan.

“Cepat atau lambat, Israel akan menemukan mereka semua,” demikian pernyataan Netanyahu.

Meskipun Israel dan Hamas sebelumnya menyepakati gencatan senjata pada Oktober, kekerasan di Gaza terus berlangsung hampir setiap hari. Hamas berulang kali menuding Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan tetap melancarkan serangan udara yang menewaskan warga sipil.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan lebih dari 900 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Sementara itu, pemerintah Israel menyatakan pihaknya tetap memiliki hak untuk menargetkan anggota Hamas yang dianggap sebagai ancaman keamanan.

Israel juga menuduh Hamas melanggar kesepakatan karena tidak melucuti senjata dan terus mempertahankan struktur militernya di Gaza.

Di tengah meningkatnya ketegangan, implementasi tahap akhir dari rencana perdamaian Gaza yang dimediasi Amerika Serikat hingga kini belum berjalan. Proses diplomasi dilaporkan mengalami stagnasi sejak pecahnya konflik antara Israel dan Iran pada Februari lalu.

Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan dimulainya fase kedua rencana perdamaian pada Januari, yang mencakup pembentukan pemerintahan transisi teknokrat di Gaza, proses demiliterisasi, serta rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Serangan Mematikan Israel di Kota Gaza Tewaskan Penerus Komandan Militer Hamas

Namun hingga kini pembahasan mengenai perlucutan senjata Hamas masih menemui jalan buntu. Di sisi lain, Hamas disebut mulai kembali mengaktifkan pasukan kepolisiannya dan memperlihatkan tanda-tanda penguatan kembali otoritas di wilayah Gaza.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pemerintahnya berkomitmen mencegah Hamas kembali menguasai Gaza, baik secara sipil maupun militer. Ia juga menyinggung pelaksanaan rencana yang disebut sebagai “emigrasi sukarela dari Gaza”, yang menurutnya akan dijalankan pada waktu dan mekanisme yang dianggap tepat.

Konflik berkepanjangan ini berakar dari serangan Hamas ke wilayah Israel selatan pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 lainnya disandera.

Sebagai respons, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran ke Jalur Gaza yang menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan memicu gelombang pengungsian besar-besaran di kalangan penduduk sipil.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 72.800 orang telah tewas akibat operasi militer Israel sejak perang dimulai. Data tersebut dinilai kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di saat yang sama, ketegangan regional juga meningkat setelah serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 31 orang. Perdana Menteri Netanyahu menyatakan Israel akan meningkatkan operasi militer terhadap kelompok Hizbullah. Militer Israel mengklaim serangan di Lebanon menargetkan infrastruktur dan pejuang Hizbullah yang dianggap mengancam keamanan negara tersebut.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah masih jauh dari kata selesai, dengan eskalasi militer yang terus meluas di berbagai front dan proses diplomasi yang belum menunjukkan kemajuan signifikan.
[PusakoNews.com/red]

Pasang Iklan di PusakoNews.com R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Nusa Tenggara Barat R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews