"Netanyahu Perintahkan Serangan Lebih Brutal ke Lebanon, Situasi Memanas"
Konflik Israel-Hizbullah Memuncak, Ribuan Warga Beirut Panik Mengungsi
Israel Gempur Lebanon Besar-Besaran, Puluhan Warga Sipil Tewas
Rangkuman Berita
Israel Bombardir 100 Target Hizbullah, Lebanon Selatan Lumpuh Total
Serangan Udara Israel Menggila, Kota-Kota di Lebanon Berubah Jadi Reruntuhan
Netanyahu Ancam Hizbullah dengan “Pukulan Telak”, Lebanon Dilanda Teror Udara
Sesuaikan Ukuran Baca
598
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Lebanon - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah militer Israel melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah Lebanon selatan dan timur. Serangan yang berlangsung sepanjang malam hingga Selasa dini hari itu menewaskan puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta memperdalam kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik regional antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 31 orang meninggal dunia akibat rangkaian serangan terbaru tersebut. Selain korban tewas, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka, sementara kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi di berbagai desa dan kota di wilayah selatan Lebanon serta Lembah Bekaa.
Eskalasi militer ini terjadi tidak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pemerintahnya akan meningkatkan tekanan terhadap Hizbullah. Dalam rapat kabinet keamanan Israel, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon akan diperluas guna memperkuat “zona keamanan” di wilayah utara Israel yang selama ini menjadi sasaran serangan roket dan drone Hizbullah.
Menurut Netanyahu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat ini bergerak dengan kekuatan penuh di lapangan dan terus menguasai titik-titik strategis guna mencegah ancaman dari kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Israel akan memberikan “pukulan keras” terhadap Hizbullah menyusul meningkatnya serangan lintas perbatasan, termasuk penggunaan drone serat optik yang diklaim mampu menghindari sistem pertahanan udara Israel.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Militer Israel menyatakan telah menyerang lebih dari 100 target yang disebut sebagai fasilitas militer Hizbullah, termasuk gudang senjata, pusat komando, pos pengamatan, dan infrastruktur lain yang diduga digunakan untuk aktivitas militer. Operasi tersebut disebut sebagai salah satu bombardir paling intens sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai diberlakukan pada pertengahan April lalu.
Meski kesepakatan gencatan senjata telah dicapai, bentrokan antara kedua pihak terus berlangsung hampir setiap hari. Israel masih melancarkan serangan udara dan artileri di wilayah Lebanon selatan, sementara Hizbullah terus membalas dengan peluncuran roket dan drone ke wilayah utara Israel serta posisi militer Israel di sebagian wilayah Lebanon yang masih diduduki.
Pada Rabu pagi, sirene peringatan kembali berbunyi di wilayah utara Israel setelah sebuah proyektil ditembakkan dari Lebanon. Militer Israel menyebut proyektil tersebut jatuh di area terbuka dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Serangan udara Israel kali ini menyasar sejumlah wilayah penting di Lebanon, termasuk desa Mashghara dan Burj al-Shamali di kawasan Lembah Bekaa. Media pemerintah Lebanon juga melaporkan adanya serangan di dekat Kastil Beaufort, sebuah benteng bersejarah berusia hampir 900 tahun yang diakui UNESCO sebagai salah satu kastel abad pertengahan terbaik yang masih terawat di kawasan Timur Tengah.
Situasi mencekam turut melanda pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Setelah pernyataan Netanyahu mengenai intensifikasi serangan disampaikan, ribuan warga dilaporkan panik dan berusaha meninggalkan kawasan tersebut. Antrean kendaraan memenuhi jalan-jalan utama ketika keluarga-keluarga berupaya menyelamatkan diri dari kemungkinan serangan lanjutan.
Meski ibu kota Beirut tidak menjadi target langsung, jet tempur Israel terus melakukan serangan bergelombang di berbagai wilayah Lebanon sepanjang malam. Puluhan titik dilaporkan menjadi sasaran pemboman.
Di kota Arab Salim, serangan rudal menghantam sebuah rumah dan menewaskan seorang pria bersama istrinya. Dua korban lain juga dilaporkan meninggal dunia di desa Kauthariyet El Rez. Sementara itu, di Mashghara, sejumlah rumah hancur total akibat serangan udara.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa sedikitnya 11 jenazah ditemukan dari reruntuhan bangunan di Mashghara, termasuk seorang perempuan dan dua anak-anak. Sebanyak 15 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Salah satu korban selamat adalah seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun bernama Mohammed. Ia ditemukan hidup setelah tim penyelamat menggali reruntuhan bangunan tempat tinggalnya selama berjam-jam. Rekaman video memperlihatkan proses dramatis penyelamatan Mohammed dari puing-puing bangunan yang runtuh.
Dari ranjang rumah sakitnya, Mohammed menceritakan bahwa dirinya terbangun dalam kondisi tidak dapat bergerak dan dikelilingi kegelapan setelah rudal menghantam rumahnya. Serangan tersebut menewaskan ayah serta dua saudara perempuannya. Bocah itu mengalami luka di kepala, tangan, dan kaki akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Tim penyelamat pertama menyisir reruntuhan rumah-rumah yang hancur akibat serangan Israel di Mashghara.
Kondisi di Mashghara kini digambarkan seperti kota mati. Aktivitas warga nyaris lumpuh total dan sebagian besar penduduk memilih meninggalkan wilayah tersebut karena khawatir terhadap serangan lanjutan.
Seorang pejabat pemerintah kota setempat bernama Ahmad menyebut kerusakan yang terjadi sangat parah. Rumah-rumah dan toko hancur berserakan akibat bombardir. Menurutnya, masyarakat sipil menjadi pihak yang paling menderita dalam konflik yang terus meningkat tersebut.
Militer Israel kemudian merilis rekaman udara yang diklaim menunjukkan serangan terhadap lokasi infrastruktur Hizbullah di Mashghara. Dalam pernyataannya, Israel menyebut sejumlah anggota Hizbullah berhasil dilumpuhkan dalam operasi tersebut.
Pada Selasa pagi, militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi baru di beberapa wilayah Lebanon. Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, menuduh Hizbullah telah berulang kali melanggar ketentuan gencatan senjata sehingga Israel menganggap tindakan militer sebagai langkah yang tidak dapat dihindari.
Di sisi lain, Hizbullah menyatakan pihaknya menyerang tiga barak dan satu pos militer Israel di wilayah utara sebagai bentuk respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Perintah Netanyahu untuk meningkatkan operasi militer muncul setelah seorang tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan pada Minggu lalu. Dengan tambahan korban tersebut, jumlah personel militer Israel yang tewas sejak konflik terbaru pecah pada 2 Maret mencapai 23 orang, ditambah satu kontraktor sipil.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat bahwa sedikitnya 3.185 orang telah meninggal dunia akibat serangan Israel selama periode konflik berlangsung.
Meningkatnya intensitas pertempuran kini memunculkan kekhawatiran besar terhadap gagalnya upaya diplomatik yang tengah diupayakan Amerika Serikat dan sejumlah negara mediator untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar