PusakoNews.com, Washington - Insiden penembakan terjadi di sekitar kawasan Gedung Putih, Washington DC, pada Sabtu malam waktu setempat, setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service). Pelaku akhirnya tewas setelah ditembak balik oleh petugas.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat (23.00 GMT) di area sekitar Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue, tidak jauh dari kompleks Gedung Putih. Suara rentetan tembakan sempat membuat para jurnalis dan staf di lokasi panik dan segera mencari perlindungan, sebelum kemudian dievakuasi ke area aman oleh petugas Secret Service.

Dalam pernyataan resminya, Secret Service menjelaskan bahwa pelaku mengeluarkan senjata api dari sebuah tas dan langsung melepaskan tembakan ke arah petugas yang berjaga di pos pemeriksaan keamanan. Petugas kemudian merespons dengan tembakan balasan dan berhasil melukai pelaku.
Pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya. Pihak berwenang juga mengonfirmasi bahwa seorang warga sipil turut menjadi korban luka tembak dalam insiden tersebut, meski tidak dijelaskan secara rinci kondisi terkini korban. Sementara itu, tidak ada agen Secret Service yang mengalami cedera.

Secret Service menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat saat kejadian berlangsung berada di dalam Gedung Putih, namun tidak terdampak langsung oleh insiden tersebut, dan tidak ada gangguan terhadap operasional keamanan utama.
Sejumlah laporan media, termasuk CBS News sebagai mitra BBC di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tersangka diduga merupakan seorang pria berusia 21 tahun bernama Nasire Best. Berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui penyelidikan, pelaku diketahui pernah ditangkap oleh Secret Service pada Juli 2025 setelah mencoba memasuki Gedung Putih secara paksa, dan kemudian dirujuk ke fasilitas perawatan psikiatri karena dugaan gangguan kesehatan mental.
CBS juga melaporkan bahwa pelaku diduga sudah dikenal oleh pihak Secret Service sebelum insiden ini terjadi.
Kejadian penembakan dilaporkan berlangsung dalam hitungan menit, dengan estimasi antara 15 hingga 30 kali tembakan dilepaskan di lokasi. Sumber keamanan menyebutkan bahwa pelaku bertindak seorang diri dan mendekati petugas sebelum melepaskan tembakan tanpa peringatan, yang kemudian dibalas oleh aparat di lokasi.
Akibat insiden tersebut, kawasan Gedung Putih langsung diberlakukan pengamanan ketat. Barikade keamanan dipasang di sejumlah ruas jalan menuju kompleks kepresidenan, sementara kendaraan kepolisian dikerahkan untuk memperkuat penjagaan. Puluhan jurnalis dan petugas media terlihat berada di balik garis pembatas keamanan untuk meliput situasi di lapangan.

Beberapa jam setelah kejadian, pihak kepolisian menyatakan bahwa sejumlah jalan di sekitar lokasi masih ditutup untuk keperluan penyelidikan dan pengamanan, meskipun aktivitas di sebagian besar wilayah Kota Washington DC tetap berjalan normal.
Direktur FBI Kash Patel turut mengonfirmasi bahwa Dinas Rahasia tengah menangani insiden penembakan yang terjadi di dekat Gedung Putih tersebut. Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap serta latar belakang pelaku.
[PusakoNews.com/red]








Komentar