PusakoNews.com, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, mendorong Bank Indonesia untuk memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui kebijakan suku bunga, perluasan kerja sama swap line dolar AS, serta penguatan devisa dalam negeri. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (18/5/2026).
Dalam rapat tersebut, Eric menilai Bank Indonesia perlu mempertimbangkan kenaikan BI Rate pada kisaran 5 hingga 5,5 persen guna memperkuat kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan kenaikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang telah dilakukan dalam 12 bulan terakhir.
Selain kebijakan suku bunga, Eric juga meminta Bank Indonesia memperluas diplomasi ekonomi dengan bank sentral negara lain untuk memperoleh fasilitas swap line, baik bersifat permanen maupun sementara. Ia menilai fasilitas tersebut penting sebagai penguatan cadangan likuiditas dolar AS tanpa harus terus mengandalkan intervensi pasar valuta asing.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyoroti belum optimalnya hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat dalam memperoleh kerja sama swap line dengan Federal Reserve. Padahal, menurutnya, dolar AS masih memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas perdagangan, ekspor, dan impor nasional.
Lebih lanjut, Eric juga mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mengkaji kewajiban perusahaan ekspor-impor berskala besar agar melantai di bursa atau go public. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga devisa hasil ekspor tetap berada di dalam negeri dan mengurangi aliran dana yang selama ini banyak tersimpan di luar negeri, seperti di Hong Kong dan Singapura.
Ia menegaskan perlunya koordinasi antara KSSK, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Keuangan agar devisa hasil ekspor dapat lebih optimal menopang stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.
[PusakoNews.com/red]








Komentar