Space Available Wonderful Indonesia R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Eric Hermawan Soroti Rupiah, Minta BI Perkuat Swap Line Dolar AS

Parlemen

"Eric Hermawan Desak BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Terancam?"

BI Diminta Naikkan BI Rate hingga 5,5 Persen, Ini Alasannya
Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia dengan agenda Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Kompleks Parlemen Senayan,
Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia dengan agenda Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Kompleks Parlemen Senayan,

Rangkuman Berita

Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, mendorong Bank Indonesia mengambil langkah lebih agresif untuk menjaga stabilitas rupiah melalui kenaikan BI Rate hingga kisaran 5–5,5 persen, perluasan kerja sama swap line dolar AS dengan bank sentral negara lain termasuk Federal Reserve, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor di dalam negeri. Dalam rapat kerja bersama Gubernur BI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (18/5/2026), Eric menilai kebijakan tersebut penting guna meningkatkan kepercayaan pasar, memperkuat cadangan likuiditas dolar AS, dan mencegah aliran devisa ekspor parkir di luar negeri, sehingga stabilitas ekonomi nasional dapat lebih terjaga.

Sesuaikan Ukuran Baca
609
Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, mendorong Bank Indonesia untuk memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui kebijakan suku bunga, perluasan kerja sama swap line dolar AS, serta penguatan devisa dalam negeri. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (18/5/2026).


Dalam rapat tersebut, Eric menilai Bank Indonesia perlu mempertimbangkan kenaikan BI Rate pada kisaran 5 hingga 5,5 persen guna memperkuat kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan kenaikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang telah dilakukan dalam 12 bulan terakhir.


Selain kebijakan suku bunga, Eric juga meminta Bank Indonesia memperluas diplomasi ekonomi dengan bank sentral negara lain untuk memperoleh fasilitas swap line, baik bersifat permanen maupun sementara. Ia menilai fasilitas tersebut penting sebagai penguatan cadangan likuiditas dolar AS tanpa harus terus mengandalkan intervensi pasar valuta asing.


Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyoroti belum optimalnya hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat dalam memperoleh kerja sama swap line dengan Federal Reserve. Padahal, menurutnya, dolar AS masih memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas perdagangan, ekspor, dan impor nasional.


Lebih lanjut, Eric juga mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mengkaji kewajiban perusahaan ekspor-impor berskala besar agar melantai di bursa atau go public. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga devisa hasil ekspor tetap berada di dalam negeri dan mengurangi aliran dana yang selama ini banyak tersimpan di luar negeri, seperti di Hong Kong dan Singapura.


Ia menegaskan perlunya koordinasi antara KSSK, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Keuangan agar devisa hasil ekspor dapat lebih optimal menopang stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.

[PusakoNews.com/red]

Pasang Iklan di PusakoNews.com R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Palembang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews