KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Hadirkan Hunian Terjangkau bagi Pekerja

Nasional
Prabowo Janji Bangun 1 Juta Rumah untuk Buruh, Cicilan Bisa Sampai 40 Tahun
Presiden Prabowo Subianto tegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau pada Peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakar
Presiden Prabowo Subianto tegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau pada Peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakar
Sesuaikan Ukuran Baca
719
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian layak, terjangkau, dan dekat dengan kawasan industri maupun pusat pekerjaan. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5).


Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah merealisasikan pembangunan sekitar 350 ribu unit rumah sepanjang tahun ini. Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan minimal satu juta rumah yang mulai dijalankan pada tahun 2026.


Menurut Presiden, pembangunan perumahan pekerja akan difokuskan pada kawasan yang strategis agar memudahkan akses menuju tempat kerja, sekaligus mengurangi beban biaya transportasi dan sewa tempat tinggal.


Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengembangan kota-kota baru yang dirancang khusus untuk mendukung kehidupan para pekerja. Setiap kawasan direncanakan memiliki kapasitas hingga 100 ribu unit rumah, termasuk rumah susun, serta dilengkapi fasilitas publik yang memadai.


Fasilitas tersebut meliputi sekolah, sarana olahraga, daycare, rumah sakit, hingga sistem transportasi massal seperti kereta ringan dan bus, guna memastikan mobilitas pekerja berjalan lancar dan efisien.


Presiden juga menyoroti tingginya pengeluaran buruh untuk biaya kontrak rumah. Karena itu, pemerintah akan mendorong skema pembiayaan agar dana yang selama ini digunakan untuk menyewa rumah dapat dialihkan menjadi cicilan kepemilikan rumah pribadi dengan tenor panjang dan terjangkau.


Skema cicilan tersebut dirancang fleksibel, mulai dari 20 tahun hingga 40 tahun, menyesuaikan kemampuan masyarakat pekerja.


Di sektor pembiayaan, Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah menginstruksikan bank-bank milik negara untuk menyalurkan kredit perumahan rakyat dengan bunga rendah. Pemerintah menargetkan suku bunga maksimal sebesar 5 persen per tahun agar semakin banyak pekerja dapat memiliki rumah sendiri.


Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan berkelanjutan.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait