Ratusan Puskesmas Pembantu Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan untuk Warga Terdampak Bencana Semakin Dekat

Layanan Kesehatan Kembali Normal, Ratusan Pustu Sudah Beroperasi
Ratusan Puskesmas Pembantu Terdampak Bencana Kini Aktif Lagi
Ratusan Puskesmas Pembantu Terdampak Bencana Kini Aktif Lagi
Sesuaikan Ukuran Baca
588

PusakoNews.com, Kabupaten Aceh Timur - Pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera terus menunjukkan kemajuan signifikan. Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sebelumnya terdampak kini kembali beroperasi, sehingga akses layanan kesehatan bagi masyarakat semakin mudah hingga tingkat komunitas.


Berdasarkan data Satgas PRR, dari total 2.952 Pustu di tiga provinsi terdampak, sebanyak 2.522 unit mengalami dampak bencana. Pada awal penanganan per 1 Desember 2025, tercatat 148 Pustu sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan berat.


Melalui percepatan rehabilitasi, jumlah tersebut terus menurun. Memasuki awal April 2026, Pustu yang belum beroperasi normal tersisa 21 unit. Berdasarkan pembaruan data per 17 April 2026, jumlah Pustu yang masih dalam tahap rehabilitasi kini tinggal 12 unit.


Sebanyak 12 Pustu tersebut berada di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Di Aceh, lokasi yang masih dalam penanganan antara lain berada di Aceh Timur, seperti Pustu Blang Seunong, Seunuebok Bayu, Bandar Baro, Alue Tuwi, DK 1 Peunaron Baru, dan Tanjung Tok Blang, dengan progres pembangunan baru, pembersihan, hingga renovasi.


Sementara di Sumatera Utara, proses penanganan berlangsung di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, meliputi Pustu Hutabarangan, Po Simargarap, Sibuluan Nalambok, Sibio-bio, Sigiring-giring, dan Huraba. Sebagian besar saat ini memasuki tahap pembangunan ulang dan penyelesaian renovasi.


Adapun seluruh Pustu di Sumatera Barat telah kembali beroperasi sepenuhnya, menandakan pemulihan yang merata di wilayah tersebut.


Pemulihan fasilitas kesehatan lainnya juga menunjukkan hasil positif. Dari 130 rumah sakit pemerintah di tiga provinsi terdampak, sebanyak 87 unit mengalami dampak bencana. Pada awal Desember 2025, sembilan rumah sakit sempat berhenti beroperasi, namun kini seluruhnya telah kembali berfungsi normal.


Di tingkat layanan dasar, dari total 1.265 puskesmas, sebanyak 867 unit terdampak dan menyebabkan 152 puskesmas sempat tidak beroperasi.


Saat ini seluruh puskesmas tersebut telah kembali melayani masyarakat, sehingga akses layanan kesehatan di tingkat kecamatan pulih sepenuhnya.


Keberhasilan percepatan rehabilitasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Kesehatan bersama relawan serta tenaga kesehatan yang turun langsung memastikan layanan kembali berjalan.


Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi langkah cepat tersebut dan menegaskan pentingnya kesinambungan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. 


Menurutnya, pemulihan fasilitas kesehatan hingga tingkat paling bawah menjadi kunci menjaga ketahanan sosial masyarakat pascabencana.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait