PusakoNews.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika dan tekanan geopolitik global.
Upaya tersebut diwujudkan melalui tambahan produksi gas sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Peningkatan ini diharapkan mampu menopang kebutuhan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal.
Tambahan produksi berasal dari keberhasilan Pertamina Hulu Mahakam (PHM), sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, dalam mengoperasikan Platform WPN-7 di lapangan lepas pantai Sisi Nubi. Fasilitas ini mencakup dua sumur utama, yaitu NB-701 dan NB-702. Sumur NB-701 mulai berproduksi sejak 25 Maret 2026 dengan kapasitas awal sebesar 9,8 MMSCFD, disusul sumur NB-702 pada 26 Maret 2026 dengan capaian 12,5 MMSCFD.
Secara bertahap, produksi dari kedua sumur tersebut akan terus dioptimalkan melalui proses pemantauan dan stabilisasi guna mencapai target produksi awal sebesar 20 MMSCFD secara berkelanjutan. Keberhasilan pengoperasian WPN-7 juga menandai platform ketiga yang telah berproduksi dari total enam platform yang direncanakan dalam pengembangan proyek tersebut.
Sebelumnya, Pertamina telah lebih dahulu mengoperasikan Platform WPS-4 pada Desember 2025 dan WPS-5 pada Februari 2026. Rangkaian capaian ini mencerminkan progres pengembangan Blok Mahakam yang berjalan secara konsisten, terintegrasi, dan tepat waktu meskipun menghadapi tantangan global.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa peningkatan produksi migas domestik merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan upaya mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi.
Pertamina menilai, optimalisasi produksi dari lapangan domestik menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global, termasuk potensi gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan.
Ke depan, Pertamina akan terus memperkuat kapasitas produksi dalam negeri sebagai bagian dari komitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
[PusakoNews.com/red]
Komentar