PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela melalui seremoni groundbreaking yang digelar secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Dimulainya proyek yang telah dinantikan selama 28 tahun itu menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Investasi USD20,9 Miliar Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proyek Abadi Masela menjadi tonggak penting setelah melalui proses panjang sejak 1998. Menurutnya, keberhasilan memasuki tahap konstruksi merupakan hasil arahan Presiden Prabowo serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar, proyek ini akan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 120 MMscfd gas, serta 35 ribu barel kondensat per hari. Sebanyak 60 persen produksi gas diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen dialokasikan untuk ekspor guna mendukung peningkatan lifting migas nasional.
Presiden: Penantian Tiga Dekade Harus Berakhir dengan Aksi Nyata
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bangsa memerlukan kerja keras, persatuan, dan keberanian mengambil keputusan strategis. Karena itu, proyek LNG Abadi Masela yang telah tertunda hampir tiga dekade harus diselesaikan secepat mungkin agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Menurut Presiden, dimulainya pembangunan proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas energi, melainkan simbol percepatan transformasi ekonomi, penguatan ketahanan energi, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Setelah Penantian 28 Tahun, Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Tonggak Baru Kemandirian Energi Nasional
"Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Proyek Rp340 Triliun Akhirnya Dimulai"
Apresiasi untuk Investor dan Sinergi Lintas Negara
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi mewujudkan proyek strategis tersebut, termasuk mitra investasi dari Jepang melalui Inpex, Malaysia melalui Petronas, serta Pertamina sebagai perusahaan energi nasional.
Menurut Kepala Negara, keberhasilan proyek ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, investor, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan sektor energi. Di tengah situasi global yang penuh tantangan, Indonesia dinilai tetap memiliki modal kuat berupa stabilitas nasional dan hubungan kerja sama yang baik dengan berbagai negara.
Hilirisasi Harus Bermuara pada Kesejahteraan Rakyat
Presiden menegaskan pemerintah membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan bagi seluruh mitra investasi, namun kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama. Nilai investasi proyek yang mencapai hampir USD21 miliar diharapkan menjadi penggerak hilirisasi industri yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.
Kepala Negara juga meminta pembangunan proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelibatan tenaga kerja lokal, pengusaha daerah, serta dukungan BUMN sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan secara luas, terutama oleh masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Presiden optimistis LNG Abadi Masela akan menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia Timur, memperkuat kemandirian energi nasional, sekaligus menjadi fondasi baru bagi peningkatan kesejahteraan rakyat melalui percepatan industrialisasi dan pemanfaatan sumber daya alam yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
[PusakoNews.com/red]










Komentar