Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Paus Leo XIV: Saya Tidak Takut pada Pemerintahan Trump'

News Update
Ketegangan Trump–Paus Leo XIV Memanas, Kritik Keras Picu Kontroversi Global
Paus Leo XIV.
©PusakoNews.com/red
Paus Leo XIV. ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
654
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Vatikan - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV meningkat tajam menyusul saling kritik yang dipicu isu perang dan kebijakan global.


Dalam pernyataan terbarunya melalui media sosial Truth Social, Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV dengan menyebutnya “lemah dalam penanganan kejahatan” serta tidak kompeten dalam kebijakan luar negeri. Kritik tersebut muncul tak lama setelah Paus menyampaikan seruan damai dan mengecam konflik bersenjata global, termasuk perang yang melibatkan Iran.


Paus Leo XIV sebelumnya mengingatkan bahaya “ilusi kekuasaan absolut” dalam konflik internasional dan menekankan pentingnya menghentikan siklus kekerasan melalui pendekatan kemanusiaan, dialog, dan perdamaian. Pernyataan ini dinilai sebagai kritik tidak langsung terhadap kebijakan militer yang dijalankan Amerika Serikat.


Merespons kritik tersebut, Trump juga mempertanyakan sikap Paus terkait isu nuklir Iran dan kebijakan luar negeri Amerika, serta menuding pemimpin Vatikan itu terlalu condong pada kepentingan politik tertentu. Ia bahkan membandingkan Paus dengan anggota keluarganya sendiri yang dianggap lebih sejalan dengan agenda politiknya.


Kontroversi semakin meluas setelah Trump mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya dalam sosok menyerupai figur religius. Unggahan tersebut menuai kecaman luas, termasuk dari kalangan religius konservatif, karena dianggap tidak pantas dan berpotensi menyinggung nilai keagamaan.


Di sisi lain, Paus Leo XIV menegaskan tidak gentar terhadap kritik tersebut dan akan tetap menyuarakan pesan perdamaian. Ia menekankan bahwa peran gereja bukanlah untuk terlibat dalam konflik politik, melainkan mendorong rekonsiliasi, keadilan, dan penghentian perang.


Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara kepemimpinan politik dan otoritas moral global, khususnya dalam merespons konflik internasional yang tengah berlangsung.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait