PusakoNews.com, Jakarta - Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mengungkapkan alasan di balik pemberhentiannya dari jabatan pada 2017. Dalam pernyataannya, Gatot menyebut adanya perbedaan sikap dengan Presiden Joko Widodo terkait permintaan kenaikan pangkat seorang perwira tinggi TNI.
Gatot menjelaskan bahwa dirinya diminta untuk menaikkan pangkat seorang perwira menjadi jenderal bintang tiga. Namun, setelah melakukan pemeriksaan, ia menemukan adanya catatan kesalahan yang dinilai tidak dapat diabaikan. Gatot mengaku memilih mempertahankan integritas dan tidak memenuhi permintaan tersebut.
Menurut Gatot, penolakan itu terjadi berulang kali hingga akhirnya berdampak pada posisinya sebagai Panglima TNI. Ia menyebut keputusan tersebut diambil karena tidak mengikuti arahan yang diberikan.
Selain itu, Gatot juga menegaskan bahwa pemberhentiannya bukan disebabkan oleh kebijakan nonton bareng film G30S/PKI yang sempat menjadi sorotan publik. Ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mengingatkan prajurit dan masyarakat terhadap sejarah bangsa.
Gatot turut mengisahkan bahwa sebelum menjabat Panglima TNI, dirinya sempat beberapa kali menolak tawaran dari Presiden karena menilai situasi politik saat itu belum tepat. Ia bahkan pernah menyarankan nama lain untuk mengisi posisi tersebut.
Lebih lanjut, Gatot juga menceritakan dinamika komunikasi dengan sejumlah tokoh, termasuk pimpinan DPR saat itu, terkait proses pencalonannya sebagai Panglima TNI.
Komentar