PusakoNews.com, Bandung - Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, mengalami intimidasi serius berupa ancaman kekerasan setelah menyampaikan kritik terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus.
Ancaman tersebut muncul tak lama setelah Siti mengunggah video di media sosial yang membahas dugaan aktor intelektual di balik kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Dalam waktu beberapa jam setelah unggahan, ia menerima pesan dari nomor tak dikenal yang memintanya menghentikan pembahasan serta menghapus konten tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Tidak hanya itu, pelaku juga menyampaikan ancaman yang menyasar keselamatan pribadi dan keluarga korban, serta memperingatkan bahwa Siti bisa mengalami nasib serupa jika tidak mematuhi permintaan tersebut. Intimidasi juga datang melalui pesan langsung di media sosial organisasi, disertai ancaman terhadap keberlangsungan organisasi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang intimidasi terhadap aktivis dan mahasiswa yang menyuarakan isu hak asasi manusia. Sebelumnya, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus telah memicu kekhawatiran luas karena dinilai sebagai bentuk kekerasan untuk membungkam suara kritis di ruang publik.
Pihak kepolisian daerah setempat telah merespons dengan melakukan penelusuran awal dan memastikan langkah penanganan terhadap laporan ancaman tersebut.
Kami mengecam keras segala bentuk teror dan intimidasi terhadap aktivis serta mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku dan menjamin perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.
[PusakoNews.com/red]
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar