Penetapan 1 Syawal 1447 H Menunggu Sidang Isbat, Hilal Belum Penuhi Kriteria

Hilal Tak Memenuhi Kriteria, Idul Fitri 1447 H Diprediksi Jatuh 21 Maret
Hasil Hisab Tim Kemenag: 1 Syawal 1447 H Jatuh 21 Maret ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
54
660

PusakoNews.com, Jakarta - Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa posisi hilal pada pemantauan sore hari ini belum memenuhi kriteria penetapan awal bulan Syawal 1447 Hijriah di seluruh wilayah Indonesia.


Berdasarkan perhitungan hisab, tinggi hilal dan elongasi belum mencapai standar yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni minimal tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan kondisi tersebut, hilal secara teoritis diprediksi tidak dapat terlihat saat matahari terbenam.


Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa secara perhitungan astronomi (hisab), awal Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun demikian, hasil hisab bersifat informatif dan belum menjadi dasar final penetapan.


“Kita masih menunggu hasil rukyat sebagai verifikasi di lapangan. Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia dilakukan melalui kombinasi metode hisab dan rukyat,” ujarnya.


Sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 H dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00–18.45 WIB, dengan pengumuman resmi hasil sidang akan disampaikan kepada publik pada pukul 19.25 WIB.


Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait