PusakoNews.com, Jakarta - Puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Front Anti-Militerisme dan Investasi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), Jakarta, Senin (11/5). Massa aksi menilai Menteri HAM Natalius Pigai gagal menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di Papua dan tidak lagi menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat asli Papua.
Dalam aksi tersebut, demonstran mendesak Natalius Pigai menemui massa dan menerima aspirasi mereka secara langsung. Massa menyayangkan perubahan sikap Pigai sejak menjabat sebagai Menteri HAM. Mereka menilai Pigai yang dahulu dikenal vokal membela isu HAM Papua saat menjadi Komisioner Komnas HAM periode 2012–2017, kini dianggap tidak lagi tegas menyuarakan persoalan yang terjadi di tanah Papua.
Salah satu peserta aksi, Veronica, menyampaikan bahwa akar persoalan di Papua tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan keamanan. Menurutnya, konflik yang terus terjadi dipicu oleh ketimpangan ekonomi dan persoalan hak politik masyarakat Papua. Ia menilai pengiriman aparat TNI dan Polri justru memperbesar konflik dan memicu jatuhnya korban sipil serta pengungsian masyarakat adat dari wilayahnya.
Massa aksi juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menarik aparat militer dan kepolisian dari Papua. Mereka menilai pendekatan militer tidak efektif menyelesaikan konflik dan berpotensi melahirkan pelanggaran HAM baru. Berdasarkan catatan Komnas HAM RI Perwakilan Papua, pada awal 2026 tercatat empat peristiwa kekerasan menonjol yang menyebabkan sekitar 14 orang meninggal dunia.
Komentar