KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

WNI Ditahan Israel Bertambah Menjadi Tujuh Orang dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

News Update

"Jumlah WNI Ditahan Israel Bertambah Jadi 7 Orang, Ini Fakta Terbarunya"

Israel Tangkap 7 WNI di Laut Mediterania, Kemlu RI Buka Suara
7 WNI Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Situasi Mencekam
7 WNI Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Situasi Mencekam

Rangkuman Berita

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza, Palestina. Dari total sembilan WNI dalam rombongan, dua lainnya masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat yang terus berlayar di kawasan Laut Mediterania dan berada dalam kondisi rawan. Pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus memantau situasi, melakukan koordinasi intensif, serta menyiapkan langkah perlindungan guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Sesuaikan Ukuran Baca
680
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 bertambah menjadi tujuh orang.


Informasi terbaru yang disampaikan Kemlu RI menyebutkan, total terdapat sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Jalur Gaza, Palestina. Dari jumlah tersebut, tujuh orang dilaporkan telah ditangkap, sementara dua WNI lainnya masih berada di atas kapal Kasr 1 Sadabat yang hingga kini terus berlayar di kawasan Laut Mediterania.


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI menyatakan situasi di lapangan masih sangat dinamis dan berisiko tinggi. Dua WNI yang masih berada di kapal disebut tetap berada dalam kondisi rawan dan berpotensi mengalami intersepsi oleh militer Israel sewaktu-waktu.


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI terkait saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi. Langkah verifikasi posisi dan kondisi para WNI juga terus dilakukan guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.


Sebelumnya, armada Global Sumud Flotilla diketahui membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap warga Palestina. Sejumlah kapal dalam rombongan tersebut dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional dekat wilayah Mediterania Timur.


Pemerintah Indonesia mengecam tindakan pencegatan terhadap misi kemanusiaan tersebut dan mendesak agar seluruh awak kapal serta aktivis yang ditahan segera dibebaskan. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan dan perlindungan WNI di tengah situasi yang berkembang cepat.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait