PusakoNews.com, Jakarta - Kontroversi penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 menjadi sorotan publik setelah video perdebatan antara peserta dan dewan juri viral di media sosial. Dalam tayangan yang beredar, sejumlah warganet menilai keputusan juri merugikan salah satu tim peserta meski jawaban yang diberikan dianggap benar.
Sorotan publik kemudian mengarah kepada dua juri lomba, yakni Dyastasita WB dan Indri Wahyuni, yang dinilai tidak objektif dalam mengambil keputusan. Perdebatan dalam sesi perlombaan itu memicu kritik luas dari masyarakat hingga figur publik.
Tokoh publik seperti Habib Jafar dan Fiersa Besari turut memberikan respons terhadap polemik tersebut. Keduanya menyinggung pentingnya profesionalisme dan kecermatan dalam ajang pendidikan yang melibatkan pelajar berprestasi.
LCC Empat Pilar MPR RI sendiri merupakan kompetisi tingkat nasional yang diikuti siswa-siswi sekolah dari berbagai daerah dengan format tanya jawab mengenai wawasan kebangsaan dan konstitusi.
Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Siti Fauziah, menyatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran internal terkait proses penilaian pada lomba tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut.
MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme teknis perlombaan, termasuk sistem penilaian, verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan berjalan lebih transparan, akuntabel, dan profesional.
[PusakoNews.com/red]
Komentar