Iran mengklaim kapal tanker bermuatan lebih dari dua juta barel minyak terbakar setelah menghantam ranjau laut. UKMTO memperingatkan tingginya ancaman pelayaran di Selat Hormuz.
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan sebuah supertanker bermuatan lebih dari dua juta barel minyak mentah mengalami ledakan dan kebakaran setelah diduga menghantam ranjau laut di Selat Hormuz.
Menunjukkan sebuah kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang diduga ikut serta dalam operasi untuk merebut kapal-kapal yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
918
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim sebuah kapal tanker raksasa yang mengangkut lebih dari dua juta barel minyak mentah mengalami ledakan dan kebakaran hebat setelah menghantam ranjau laut di Selat Hormuz. Kapal tersebut disebut berusaha melintasi jalur yang dinyatakan tidak sah oleh otoritas Iran.
Klaim tersebut disampaikan Angkatan Laut IRGC melalui pernyataan yang dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, dan dikutip Al Jazeera dalam laporan perkembangan perang Iran pada Sabtu (17/10/2026).
Menurut IRGC, kapal tanker itu diduga menonaktifkan sistem pelacakan dan radarnya sebelum mencoba melintasi selat dengan menggunakan jalur yang tidak diizinkan Iran.
Pihak Iran juga menuding kapal tersebut berupaya melakukan pelayaran dengan dukungan militer Amerika Serikat (AS).
IRGC menyatakan benturan dengan ranjau laut mengakibatkan ledakan besar yang kemudian memicu kebakaran di atas kapal. Namun, identitas kapal, lokasi pasti insiden, serta penyebab ledakan belum dapat dipastikan secara independen berdasarkan informasi yang tersedia.
Peringatan itu juga ditujukan kepada kapal yang mengandalkan perlindungan militer AS untuk melakukan pelayaran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim blokade Angkatan Laut AS telah berjalan efektif dan berhasil menghentikan seluruh kapal Iran yang mencoba melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan kedua pihak memperlihatkan adanya klaim yang saling bertentangan mengenai kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
UKMTO Catat 12 Serangan, Ancaman terhadap Pelayaran Meningkat
Kapal kontainer berbendera Tiongkok Hui Fa melintasi Teluk Oman di lepas pantai Khor Fakkan di emirat Sharjah di timur UEA ยฉPusakoNews.com
Di tengah ketegangan tersebut, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), lembaga pemantau keamanan pelayaran Inggris, melaporkan 12 serangan terhadap kapal dalam periode laporan mingguan yang dipublikasikan pada 16 Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 insiden terjadi di Selat Hormuz, satu di Teluk Persia, dan satu lainnya di Teluk Oman.
Berdasarkan laporan UKMTO, enam kapal yang terlibat berhasil melanjutkan perjalanan atau mencapai pelabuhan. Satu kapal dilaporkan hilang, sementara dua lainnya mengalami kerusakan hingga tidak dapat beroperasi secara normal. Kondisi atau hasil akhir tiga insiden lainnya belum dapat dipastikan.
UKMTO juga mengingatkan bahwa jumlah serangan yang sebenarnya berpotensi lebih tinggi daripada angka resmi yang tercatat.
Hal itu disebabkan sejumlah kapal yang mengalami serangan tidak menyampaikan laporan langsung kepada UKMTO. Informasi yang diterima melalui sumber lain pun tidak selalu dapat diverifikasi secara independen.
Selain meningkatnya ancaman keamanan, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih mengalami gangguan besar.
UKMTO menyebut gabungan lalu lintas kapal yang masuk dan keluar melalui selat tersebut tetap sekitar 70 persen di bawah tingkat sebelum perang.
Lembaga itu juga menyatakan bahwa angka pelayaran yang difasilitasi militer AS, sebagaimana dilaporkan pihak Washington, belum dapat diverifikasi secara independen.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Press TV Tayangkan Rekaman Dugaan Ledakan Supertanker
Secara terpisah, stasiun televisi Iran, Press TV, menayangkan rekaman yang diklaim berasal dari IRGC dan disebut memperlihatkan ledakan kapal tanker di Selat Hormuz.
Dalam pemberitaannya, Press TV menghubungkan rekaman tersebut dengan klaim Angkatan Laut IRGC mengenai supertanker yang menghantam ranjau laut dan kemudian terbakar.
Meski demikian, rekaman tersebut belum dapat dijadikan konfirmasi independen bahwa ledakan benar-benar disebabkan oleh ranjau laut.
Identitas kapal, kepemilikan, negara bendera, kondisi awak, serta tingkat kerusakan yang dialami juga belum dijelaskan secara pasti dalam informasi yang tersedia.
Kombinasi laporan serangan terhadap kapal, pembatasan pelayaran oleh Iran, dan klaim blokade AS memperlihatkan tingginya risiko keamanan maritim di Selat Hormuz.
Jalur perairan yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman tersebut merupakan salah satu lintasan penting perdagangan minyak internasional.
Gangguan berkepanjangan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak mentah serta meningkatkan ketidakpastian bagi perusahaan pelayaran dan perdagangan energi global.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Al Jazeera โ 17 Oktober 2026
[02]UKMTO
[03]Press TV / Daijiworld
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar