Space Available Bangka Belitung R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis, Dorong Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah

Dunia Pendidikan
Waktu:

Gerakan Tobat Ekologis memadukan pendidikan, kesadaran moral, dan tanggung jawab terhadap alam untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menekankan perubahan perilaku, kesadaran batin, dan restorasi lingkungan sebagai bagian penting dari Gerakan Tobat Ekologis Nasional.
KLH/BPLH, Kementerian Agama, dan Kemendikdasmen meluncurkan kolaborasi Tobat Ekologis untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan di Jakarta pada 12 Oktober 2026.
KLH/BPLH, Kementerian Agama, dan Kemendikdasmen meluncurkan kolaborasi Tobat Ekologis untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan di Jakarta pada 12 Oktober 2026.
Β©PusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
1060
KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat budaya peduli lingkungan melalui dunia pendidikan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan peluncuran program bertajuk Mengawali Langkah Bersama: Tobat Ekologis untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Program ini menggabungkan pendekatan pendidikan dan tanggung jawab moral dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam. Sekolah ditempatkan sebagai salah satu ruang penting untuk membentuk kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.

Berdasarkan keterangan resmi KLH/BPLH yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat turut melakukan peluncuran awal (soft launching) Gerakan Tobat Ekologis Nasional.

Tobat Ekologis Dorong Perubahan Perilaku dan Pemulihan Alam

Jumhur menjelaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan hukum. Menurutnya, kesadaran pribadi dan tanggung jawab moral juga diperlukan agar masyarakat tidak mengulangi perilaku yang merusak alam.

Dalam konsep Tobat Ekologis, perubahan perilaku mencakup tiga hal yang saling berkaitan, yakni menyadari tindakan yang merusak lingkungan, berkomitmen tidak mengulanginya, serta melakukan pemulihan terhadap ekosistem yang mengalami kerusakan.

Pendekatan tersebut menempatkan restorasi lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia, bukan sekadar upaya memperbaiki kerusakan secara fisik.

Jumhur juga menekankan pentingnya membangun kesadaran batin dan rasa kebersamaan dengan seluruh makhluk hidup. Menurutnya, hubungan manusia dengan lingkungan harus mempertimbangkan keberlangsungan hewan, tumbuhan, dan keanekaragaman hayati, baik di darat maupun di laut.

Dengan pendekatan itu, Gerakan Tobat Ekologis diarahkan untuk menghubungkan kesadaran pribadi dengan tindakan nyata dalam melindungi lingkungan hidup.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Menteri Agama Tekankan Etika dalam Memanfaatkan Alam

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti pentingnya perubahan cara pandang manusia terhadap alam.

Menurut Nasaruddin, alam merupakan bagian dari kehidupan yang saling terhubung sehingga tidak semestinya diperlakukan hanya sebagai objek pemanfaatan sumber daya.

Ia mengingatkan bahwa manusia boleh memanfaatkan alam, tetapi pemanfaatan tersebut harus memperhatikan batas kemampuan lingkungan untuk menopang kehidupan.

Nasaruddin menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam tidak boleh berkembang menjadi eksploitasi yang melampaui daya dukung lingkungan.

Pandangan tersebut menempatkan kesadaran nurani sebagai pengendali perilaku manusia, termasuk ketika tidak terdapat pengawasan langsung dari aparat penegak hukum.

Melalui pendekatan etika dan nilai keagamaan, kepedulian terhadap alam diharapkan tumbuh menjadi tanggung jawab yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Sekolah Adiwiyata Jadi Sarana Pembiasaan Peduli Lingkungan

Dari sektor pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan pentingnya membangun kebiasaan menjaga lingkungan melalui aktivitas di sekolah.

Menurut Atip, pendidikan lingkungan perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya melalui penyampaian pengetahuan di ruang kelas.

"Sekolah adalah tempat pendidikan pembiasaan," ujar Atip sebagaimana dikutip dari keterangan KLH/BPLH.

Ia mendorong satuan pendidikan untuk membiasakan peserta didik memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya agar tetap bersih, tertib, aman, dan nyaman.

Upaya tersebut berkaitan dengan penguatan jaringan Sekolah Adiwiyata yang telah dikembangkan. Dalam keterangan KLH/BPLH, disebutkan bahwa ribuan sekolah di bawah pembinaan Kemendikdasmen telah berkomitmen menerapkan budaya peduli lingkungan.

Keterlibatan sekolah memberikan ruang bagi penanaman nilai ekologis melalui pembiasaan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tiga kementerian tersebut, pemerintah berharap pendidikan lingkungan dan pembentukan kesadaran moral dapat berjalan beriringan.

Gerakan Tobat Ekologis tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai kelestarian alam, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan sekolah.

SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01] Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Space Available Kediri R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.
PUSAKO PILIHAN

Rekomendasi untuk Anda

Temukan bacaan berikutnya.

Pilihan terbaru 1 / 1

Memuat pilihan berita…

Pilihan menyesuaikan minat di browser ini. Anda dapat menonaktifkan atau meresetnya lewat Kelola minat.

Berita Terkait

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoHelp
Layanan Jaringan 24 Jam β€” pesan dapat dikirim kapan saja.
Memuat identitas...
Identitas Tamu
Sebelum chat, kenalkan diri agar PusakoCenter dapat menindaklanjuti bantuan Anda.
Nama wajib. Isi minimal salah satu: Email atau Nomor WhatsApp. Data kontak hanya digunakan untuk layanan PusakoHelp.
Memuat PusakoHelp...
Pesan tersimpan di sistem PusakoNews.