"Prabowo: Kemajuan Indonesia Berawal dari Gagasan Ilmuwan dan Akademisi"
Buka KSTI 2026, Prabowo Minta Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo Subianto membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026
Rangkuman Berita
Prabowo Tegaskan Ilmuwan dan Profesor Jadi Kunci Masa Depan Indonesia
Pesan Tegas Prabowo di KSTI 2026: Bangsa Maju Lahir dari Sains dan Inovasi
Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Cetak Solusi Nyata untuk Kemajuan Bangsa
Sesuaikan Ukuran Baca
623
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak pernah terlepas dari peran ilmu pengetahuan, inovasi, serta kontribusi para akademisi dan ilmuwan. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat lahirnya solusi strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sarasehan Kebangsaan dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6). Forum tersebut dihadiri ribuan peserta yang terdiri atas rektor, guru besar, dosen, peneliti, ilmuwan, pelaku industri, hingga berbagai pemangku kepentingan.
Presiden Prabowo Subianto hadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026
Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa sejarah peradaban manusia menunjukkan seluruh lompatan kemajuan selalu diawali oleh pemikiran para ilmuwan dan akademisi. Mulai dari revolusi pertanian hingga perkembangan teknologi modern, semuanya lahir dari inovasi yang dikembangkan oleh sumber daya manusia terbaik.
Menurut Presiden, para guru besar merupakan aset intelektual yang sangat berharga bagi bangsa. Oleh sebab itu, kemampuan mereka harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melahirkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kemajuan setiap bangsa sepanjang sejarah selalu berasal dari gagasan dan pemikiran terbaik yang dihasilkan para ilmuwan," ujar Presiden.
Presiden menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan negara adalah menciptakan kehidupan yang layak, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai kepala pemerintahan, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menghadapi berbagai persoalan nasional sekaligus mencari solusi berbasis ilmu pengetahuan dan riset.
Atas dasar keyakinan tersebut, Presiden mengungkapkan sejak awal pemerintahannya telah melibatkan banyak profesor, akademisi, dan ilmuwan dalam berbagai posisi strategis pemerintahan. Menurutnya, kehadiran kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Presiden juga mengingatkan bahwa keberhasilan suatu organisasi maupun negara tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kelengkapan peralatan. Faktor paling menentukan adalah kualitas manusia yang mengoperasikan teknologi tersebut.
Ia mengibaratkan sebuah kapal hanya dapat mencapai tujuan apabila dipimpin nahkoda dan didukung awak yang kompeten. Begitu pula pesawat secanggih apa pun tidak akan memberikan manfaat apabila diterbangkan oleh pilot yang tidak memiliki kemampuan memadai.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kampus Jadi Motor Kemandirian Bangsa
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan bahwa Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 diikuti lebih dari 2.600 peserta, terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan, dan peneliti, termasuk sekitar 300 peneliti BRIN, serta lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan kementerian.
Brian menjelaskan bahwa KSTI merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang pertama kali digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus 2025. Tahun ini, konvensi tersebut mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" dengan tujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar hasil riset dapat diimplementasikan secara nyata dalam pembangunan nasional.
Presiden menyambut baik penyelenggaraan forum tersebut dan menilai perguruan tinggi memiliki posisi sentral sebagai motor penggerak kemajuan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya dapat kembali berdialog dengan para pimpinan perguruan tinggi. Pertemuan ini merupakan kali keempat dirinya bertemu dengan para rektor sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, setelah sebelumnya dua kali berlangsung di Istana Merdeka dan sekali di Institut Teknologi Bandung.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dorong Inovasi untuk Menjawab Tantangan Nasional
Presiden Prabowo pada Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan strategis yang membutuhkan solusi berbasis riset dan inovasi. Karena itu, dirinya secara rutin berdiskusi dengan para ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi untuk mencari jawaban atas sejumlah persoalan nasional.
Berbagai pertanyaan yang selama ini disampaikannya kepada para akademisi antara lain mengenai pengembangan benih gandum nasional agar Indonesia tidak bergantung pada impor, peningkatan produktivitas kelapa sawit, hingga kemampuan bangsa membangun industri otomotif nasional.
Menurut Presiden, sejumlah perkembangan yang telah dicapai menunjukkan bahwa anak bangsa memiliki kapasitas untuk menghadirkan inovasi yang mampu bersaing. Salah satu contoh yang disorot adalah kemajuan pengembangan mobil nasional.
Presiden mengaku memiliki kebanggaan tersendiri karena dapat menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa usai dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. Meski masih memerlukan berbagai penyempurnaan, ia menilai langkah tersebut menjadi awal yang sangat penting bagi kemandirian industri nasional.
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung pengembangan teknologi, riset, dan inovasi agar Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya yang dimiliki serta meningkatkan daya saing di tingkat global.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Persatuan Menjadi Modal Utama Kemajuan
Presiden Prabowo Subianto membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Selain menyoroti pentingnya sains dan inovasi, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, latar belakang, maupun profesi.
Menurut Presiden, perbedaan merupakan realitas yang harus diterima sebagai kekuatan bangsa, bukan alasan untuk terpecah. Rasa cinta kepada Tanah Air harus menjadi titik temu seluruh anak bangsa dalam membangun Indonesia.
Berkaca dari sejarah berbagai negara, Presiden menilai bangsa yang mampu maju adalah bangsa yang para pemimpinnya mampu bekerja sama meskipun memiliki pandangan berbeda. Sebaliknya, negara yang elitnya terus terjebak dalam konflik akan sulit mencapai potensi terbaiknya.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa semangat persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Indonesia tetap menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan menyampaikan gagasan.
Namun, seluruh perbedaan tersebut harus diarahkan pada tujuan bersama, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. Presiden mengingatkan agar energi bangsa tidak terus dihabiskan oleh konflik politik yang berkepanjangan sehingga menghambat pembangunan.
Ia menegaskan bahwa seluruh kemampuan, kecerdasan, dan keahlian yang dimiliki para pemimpin, ilmuwan, maupun akademisi harus diabdikan bagi kepentingan rakyat, terutama masyarakat yang masih hidup dalam kondisi paling lemah dan membutuhkan perhatian negara.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Apresiasi terhadap Kolaborasi Nasional
Mengakhiri sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang dinilainya menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri dalam merumuskan arah pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan.
Presiden berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan konkret, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan inovasi yang dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para pimpinan perguruan tinggi, guru besar, peneliti, ilmuwan, dan mitra industri dari berbagai daerah di Indonesia. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar