Inovasi murid kelas XI di Sidoarjo mengubah konsep transformasi geometri menjadi motif batik berbantuan kecerdasan buatan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Inovasi tersebut memanfaatkan dilatasi, refleksi, rotasi, translasi, dan AI untuk menghasilkan rancangan motif batik Sidoarjo yang dapat diterapkan pada berbagai produk.
PusakoNews.com, Kabupaten Sidoarjo - Murid kelas XI SMA Negeri 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengembangkan inovasi bernama ART-MATIKS yang menggabungkan konsep matematika dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk merancang motif batik khas daerah.
Karya tersebut diperkenalkan dalam gelar proyek kokurikuler berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bahasa di sekolah tersebut.
Melalui ART-MATIKS, pembelajaran matematika tidak berhenti pada penguasaan rumus. Murid menerapkan konsep yang dipelajari untuk menghasilkan karya kreatif yang berkaitan langsung dengan pelestarian batik Sidoarjo.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tertanggal 13 Oktober 2026, proyek bernama lengkap Aplikasi Redesain & Transformasi Matematika Batik Sidoarjo itu dikembangkan oleh murid kelas XI dengan bimbingan guru Ika Yunita.
Transformasi Geometri Menjadi Dasar Pengembangan Motif Batik
Salah satu murid yang terlibat, Elfaretha Shifa, menjelaskan bahwa pengembangan ART-MATIKS dimulai dengan penerapan empat konsep transformasi geometri, yakni dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi.
Keempat konsep tersebut memiliki fungsi berbeda dalam pengolahan bentuk. Dilatasi digunakan untuk mengubah ukuran, refleksi untuk pencerminan, rotasi untuk perputaran, sedangkan translasi untuk menggeser posisi suatu objek.
Dalam proyek tersebut, konsep matematika menjadi dasar penyusunan rancangan motif batik sebelum dikembangkan lebih lanjut menggunakan bantuan AI.
Shifa menerangkan bahwa murid menggunakan prompt atau instruksi kepada AI untuk mengolah dan menyempurnakan rancangan berdasarkan rumus yang telah dipelajari.
Dengan pendekatan itu, matematika dan teknologi dimanfaatkan secara berurutan dalam proses kreatif, mulai dari pembentukan pola hingga pengembangan desain.
Hasil rancangan motif tidak terbatas pada kain batik. Menurut penjelasan dalam siaran pers Kemendikdasmen, desain tersebut juga dapat diaplikasikan pada botol minum, pajangan, kipas, gantungan kunci, serta berbagai produk busana.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pelestarian Batik Sidoarjo Melalui Pembelajaran Berbasis Teknologi
Perpaduan unsur matematika, AI, dan batik memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat dijadikan objek pembelajaran yang melibatkan keterampilan teknologi sekaligus kreativitas.
Kegiatan ini juga menempatkan murid sebagai pengembang karya, bukan hanya penerima materi pelajaran. Mereka memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh di kelas untuk merancang produk yang memiliki hubungan dengan kehidupan dan budaya masyarakat setempat.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Abdul Muβti Tekankan Bahasa sebagai Identitas Bangsa
Di tengah rangkaian kegiatan Bulan Bahasa, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muβti turut menegaskan bahwa bahasa memiliki kedudukan yang lebih luas daripada sekadar sarana komunikasi.
Dalam keterangannya di Jawa Timur, Senin (12/10/2026), Abdul Muβti menempatkan bahasa sebagai unsur penting dalam pembentukan identitas sekaligus kedaulatan bangsa.
Pesan tersebut berkaitan dengan upaya SMAN 1 Taman untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, sastra, literasi, dan kebudayaan melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif.
Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler dirancang untuk menghadirkan proses belajar yang bermakna, kolaboratif, dan berpusat pada murid.
Melalui kegiatan berbasis proyek, para murid didorong untuk menelusuri permasalahan, mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, bekerja secara mandiri, berkolaborasi, serta menyampaikan gagasan dengan baik.
Pelaksanaan Bulan Bahasa yang dipadukan dengan gelar karya STEM tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat berjalan bersama pembelajaran teknologi dan apresiasi terhadap budaya lokal.
ART-MATIKS menjadi salah satu contoh penerapan pendekatan tersebut, dengan menghubungkan materi matematika, pemanfaatan AI, dan pengembangan motif batik Sidoarjo dalam satu proyek pembelajaran.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen).
[02]Siaran Pers Nomor: 870/sipers/A6/X/2026
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar