PusakoNews.com, Yaman - Eskalasi pertempuran di wilayah pesisir barat Yaman telah memaksa lebih dari 118.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka sejak Juni 2026. Pada saat yang sama, hampir 3.000 warga Yaman telah menyeberang melalui Laut Merah menuju Djibouti untuk mencari perlindungan.
Data terbaru International Organization for Migration (IOM) melalui Displacement Tracking Matrix (DTM) mencatat sebanyak 118.086 orang atau sekitar 19.681 rumah tangga terdampak perpindahan hingga 17 September 2026. Dari jumlah tersebut, 114.498 orang tercatat mengalami perpindahan sepanjang 1โ17 September.
Taiz menjadi wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar, yakni 67.746 orang atau sekitar 57 persen dari total. Lahj menyusul dengan 30.798 orang, sementara perpindahan juga tercatat di Al Hodeidah, Aden, Abyan, Hadramawt, dan Ma'rib.
Dalam pengarahan PBB di Jenewa pada 18 September, pejabat IOM mengatakan sebagian besar perpindahan terbaru terjadi dalam beberapa pekan terakhir akibat eskalasi konflik di wilayah pesisir barat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap makanan, air, tempat tinggal, layanan kesehatan, dan perlindungan meningkat tajam.
Badan-badan PBB juga memperingatkan keterbatasan akses kemanusiaan di sejumlah wilayah. PBB memperkirakan lebih dari 22 juta warga Yamanโhampir separuh populasi negara tersebutโmembutuhkan bantuan kemanusiaan.
Ribuan Warga Menyeberang ke Djibouti
Gelombang pengungsian juga telah meluas ke luar Yaman. UNHCR menyebut hampir 3.000 orang tiba di Djibouti dalam waktu kurang dari sepekan setelah menempuh perjalanan laut berbahaya menggunakan kapal-kapal kecil.
Mereka tiba melalui sejumlah titik, antara lain Obock, Khor Angar, Moulhoule, dan Godoria. UNHCR mengatakan para pendatang baru tiba dalam beberapa gelombang, termasuk nelayan bersama keluarga serta warga yang membawa sebagian harta benda mereka.
Jumlah tersebut menambah tekanan terhadap Djibouti yang sebelumnya telah menampung sekitar 36.000 pengungsi, terutama dari Somalia dan Ethiopia. Infrastruktur lokal seperti air, sanitasi, perumahan, dan pendidikan menghadapi tekanan tambahan akibat kedatangan pengungsi dari Yaman.
UNHCR menyatakan sebagian besar kedatangan terbaru merupakan perempuan, anak-anak, dan warga lanjut usia. Perjalanan melalui Selat Bab el-Mandeb juga berlangsung dalam kondisi yang berisiko.









Komentar