"Pasokan Rudal Pencegat Ukraina Anjlok hingga Sepertiga, Kyiv Desak Sekutu Percepat Pengiriman Sistem Pertahanan Udara"
Ukraina Krisis Rudal Patriot, Pasokan dari Sekutu Tinggal Sepertiga
Para anggota militer Ukraina berjalan di samping peluncur sistem pertahanan udara Patriot, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina meningkat
Sesuaikan Ukuran Baca
735
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Kyiv - Pemerintah Ukraina mengungkapkan bahwa pasokan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara yang diterima sepanjang tahun 2026 merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya baru memperoleh sekitar sepertiga dari jumlah rudal pencegat yang diterima pada 2025, di tengah meningkatnya intensitas serangan rudal Rusia ke ibu kota Kyiv dan kawasan pelabuhan strategis di selatan negara itu.
Penurunan pasokan tersebut terjadi ketika Rusia semakin agresif melancarkan serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, serta pesawat nirawak dalam operasi gabungan yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara Ukraina. Frekuensi serangan bahkan dilaporkan meningkat hingga rata-rata terjadi setiap tiga hari, sehingga memberikan tekanan besar terhadap kemampuan pertahanan negara tersebut.
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi serangan rudal Rusia di wilayah Kyiv.
Menurut Zelenskyy, berkurangnya pengiriman rudal pencegat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan global akibat konflik di Timur Tengah. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa perlambatan bantuan militer tersebut merupakan bagian dari tekanan politik agar Ukraina lebih bersedia menerima kompromi dalam proses perundingan damai dengan Rusia.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Asap mengepul di kota selama serangan rudal Rusia di Kyiv.
Krisis pasokan rudal pencegat berdampak langsung terhadap efektivitas pertahanan udara Ukraina. Dalam salah satu serangan besar Rusia baru-baru ini, sistem pertahanan Ukraina gagal mencegat 24 rudal balistik dan empat rudal jelajah hipersonik Zircon yang ditembakkan ke wilayah Kyiv. Kondisi tersebut memperlihatkan semakin terbatasnya kemampuan sistem pertahanan udara menghadapi gelombang serangan berintensitas tinggi.
Pemerintah Ukraina juga memperingatkan bahwa ancaman diperkirakan meningkat menjelang musim dingin. Berdasarkan informasi intelijen yang disampaikan Kyiv, Rusia tengah meningkatkan kapasitas produksi rudal sekaligus kembali menggunakan rudal yang dipasok Korea Utara. Diperkirakan hingga 120 rudal asal Korea Utara telah ditempatkan di wilayah Rusia bagian barat sebagai bagian dari persiapan operasi militer berikutnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Seorang warga di lokasi serangan rudal Rusia di wilayah Kyiv.
Penasihat militer Ukraina, Serhii Beskrestnov, menyebut konflik kini memasuki fase baru perang daya tahan (war of attrition). Dalam situasi tersebut, Rusia diperkirakan memiliki kemampuan meluncurkan hingga sekitar 100 rudal balistik setiap bulan apabila kapasitas produksinya terus meningkat. Proyeksi tersebut dinilai akan semakin membebani sistem pertahanan udara Ukraina apabila tidak diimbangi peningkatan pasokan rudal pencegat dari negara-negara mitra.
Sebagai langkah antisipasi, Kyiv kembali mendesak negara-negara sekutu untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara beserta amunisinya. Ukraina juga mendorong pembentukan inisiatif pertahanan rudal anti-balistik berskala Eropa guna memperkuat perlindungan terhadap ancaman rudal modern yang semakin kompleks.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi serangan rudal Rusia di wilayah Kyiv.
Selain mengandalkan dukungan internasional, pemerintah Ukraina terus mengupayakan izin dari Amerika Serikat untuk memproduksi rudal pencegat Patriot melalui skema lisensi. Langkah tersebut dipandang sebagai solusi jangka panjang guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, meskipun proses realisasinya diperkirakan masih membutuhkan waktu dan persetujuan dari pihak terkait.
Di sisi lain, Ukraina mengakui masih menghadapi keterbatasan kemampuan untuk menghancurkan peluncur rudal Rusia sebelum senjata tersebut ditembakkan. Kondisi ini menjadikan keberadaan sistem pertahanan udara, khususnya rudal pencegat Patriot, sebagai elemen vital dalam melindungi wilayah sipil dan infrastruktur strategis dari eskalasi serangan yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar