PusakoNews.com, Gelendzhik - Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya mengalami luka-luka setelah puing-puing pesawat nirawak (drone) jatuh di kawasan pantai wisata Gelendzhik, wilayah Krasnodar, Rusia selatan, Senin (waktu setempat). Empat korban meninggal di antaranya merupakan anak-anak.
Gubernur Krasnodar, Veniamin Kondratiev, menyatakan para korban berada di area pantai saat puing-puing pesawat tanpa awak (UAV) jatuh ke lokasi tersebut. Hingga kini, otoritas Rusia belum memastikan apakah insiden itu disebabkan oleh drone yang ditembak jatuh sistem pertahanan udara atau akibat jatuhnya drone secara langsung.
Media pemerintah Rusia TASS melaporkan puluhan korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pemerintah daerah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Analisis rekaman video yang beredar menunjukkan terdengar tembakan senjata otomatis beberapa detik sebelum ledakan terjadi. Dalam rekaman tersebut, drone tampak berbelok tajam sebelum jatuh di area pantai.
Tujuh Orang Tewas akibat Insiden Drone di Pantai Gelendzhik, Rusia dan Ukraina Saling Lempar Tuduhan
"Pantai Wisata Rusia Berubah Jadi Lokasi Maut, 7 Orang Tewas akibat Insiden Drone"
Pemerintah Ukraina membantah bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil. Kepala Pusat Pemberantasan Disinformasi Ukraina, Andriy Kovalenko, menuding sistem pertahanan udara Rusia sebagai penyebab insiden tersebut, seraya menyatakan bahwa serangan Ukraina hanya menyasar fasilitas industri militer dan infrastruktur ekonomi yang mendukung operasi perang Rusia.
Wilayah Krasnodar, termasuk kawasan Laut Hitam, selama ini menjadi salah satu target serangan Ukraina karena keberadaan aset strategis Rusia, termasuk Pangkalan Angkatan Laut Novorossiysk yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Gelendzhik.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas serangan lintas perbatasan terus meningkat. Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat sedikitnya 61 orang tewas dan 327 lainnya terluka akibat serangan drone serta penembakan Ukraina sepanjang 24–31 Juli. Sebelumnya, pada 18 Juli, delapan orang dilaporkan tewas dalam serangan drone di wilayah Rusia.
Sementara itu, konflik juga terus menimbulkan korban besar di Ukraina. Data pada Juli menunjukkan sedikitnya 377 warga sipil tewas dan 2.129 lainnya terluka akibat serangan Rusia, menjadikannya bulan paling mematikan sejak April 2022.
Pada Selasa malam, otoritas Rusia juga melaporkan serangan drone lain di wilayah Moskow yang menewaskan lima orang dan melukai enam lainnya. Serangan tersebut memicu kebakaran di kawasan industri serta menyebabkan kerusakan pada gardu listrik dan bangunan administrasi.
[PusakoNews.com/red]










Komentar