Gelombang Protes di Berbagai Daerah dan Kasus Keracunan Dorong Evaluasi Menyeluruh Program MBG!
Mahasiswa hingga Warga Bergerak, Desakan Evaluasi Total MBG Menguat
Di Pati, warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu memprotes kualitas menu MBG yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran per porsi. Aksi tersebut berujung pada penghentian sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk evaluasi.
Gelombang kritik juga dipicu sejumlah kasus dugaan keracunan makanan di berbagai wilayah, antara lain di Cimahi (Jawa Barat), Aceh Selatan, Bireuen (Aceh), serta Kabupaten Dairi (Sumatra Utara). Di Sumatra Utara, hasil uji laboratorium menemukan indikasi kontaminasi bakteri pada sampel makanan yang dikonsumsi siswa.
Menanggapi situasi tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah menghentikan sementara 47 SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. BGN menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran standar serta memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan berjenjang.
Sejumlah akademisi menilai protes yang terjadi mencerminkan kesenjangan antara narasi keberhasilan program dengan pengalaman langsung masyarakat di lapangan. Mereka mendorong pemerintah tidak hanya melakukan evaluasi teknis, tetapi juga meninjau aspek tata kelola dan desain kebijakan secara menyeluruh.
Program MBG merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Seiring dinamika di lapangan, berbagai kalangan mendesak agar evaluasi dilakukan secara transparan guna menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta kepercayaan publik.
[PusakoNews.com/red]