PusakoNews.com, Kyiv - Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu (1/8) dini hari waktu setempat. Serangan yang melibatkan rudal balistik dan ratusan drone tersebut menewaskan sedikitnya sembilan orang serta melukai puluhan lainnya, termasuk anak-anak, sekaligus menyebabkan kerusakan luas pada kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan Rusia menembakkan sedikitnya 35 rudal, termasuk 27 rudal balistik, serta lebih dari 185 drone dalam serangan tersebut. Namun, keterbatasan amunisi pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot membuat Ukraina hanya mampu mencegat satu rudal balistik.
Ledakan mengguncang sejumlah distrik di Kyiv dan merusak sedikitnya 18 bangunan tempat tinggal, sebuah sekolah, infrastruktur sipil, serta Kedutaan Besar Lithuania. Tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari bangunan yang runtuh dan menangani kebakaran di sejumlah lokasi.
Kyiv Digempur Rudal dan Ratusan Drone Rusia, Korban Jiwa Bertambah
"Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik, Ukraina Desak Tambahan Sistem Pertahanan Patriot"
Serangan Brutal Rusia ke Kyiv, Ukraina Hanya Mampu Cegat Satu Rudal Balistik
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha kembali mendesak negara-negara mitra agar segera memperkuat dukungan pertahanan udara bagi negaranya. Menurutnya, kemampuan melindungi wilayah udara menjadi faktor penting dalam menghadapi eskalasi serangan Rusia sekaligus membuka peluang terciptanya perdamaian.
Serangan terbaru ini menjadi gelombang serangan besar kedua terhadap Kyiv dalam sepekan terakhir dan mempertegas meningkatnya intensitas konflik yang kini telah memasuki tahun kelima. Sementara itu, Rusia dan Ukraina tetap menyatakan bahwa operasi militer masing-masing tidak ditujukan untuk menyerang warga sipil.
[PusakoNews.com/red]









Komentar