PusakoNews.com, Medan - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak dapat hanya diukur dari keberhasilan pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, kemajuan suatu daerah juga harus ditopang oleh kekuatan sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang telah menjadi identitas masyarakat selama berabad-abad.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri agenda silaturahmi bersama para Sultan, tokoh adat, akademisi, dan cendekiawan Muslim Sumatera Utara. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog mengenai pentingnya menjaga kesinambungan antara pelestarian warisan budaya dengan agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menyoroti peran strategis delapan Kesultanan yang pernah berkembang di kawasan Sumatera Timur. Menurutnya, keberadaan Kesultanan tidak hanya memiliki nilai historis sebagai bagian dari perjalanan bangsa, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga memori kolektif masyarakat Melayu yang sarat akan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kearifan lokal.
Ia menilai Kesultanan merupakan jembatan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan arah pembangunan masa depan. Oleh karena itu, pembangunan di Sumatera Utara harus mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
AHY menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas bukan sekadar menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan nilai-nilai sejarah dan jati diri masyarakat tetap terpelihara di tengah dinamika modernisasi.
"Pembangunan yang berhasil tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri masyarakat. Kita tidak boleh kehilangan akar sejarah ketika melangkah menuju masa depan," ujar AHY.
Selain membahas pelestarian budaya, AHY juga memberikan perhatian terhadap berbagai aspirasi yang berkembang mengenai pengembangan wisata bahari berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Menurutnya, kawasan Pantai Timur Sumatera memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.





Komentar