FIFA World Cup 2026 R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Menko AHY: Kesultanan Menjadi Penghubung Warisan Sejarah dan Arah Pembangunan Masa Depan Sumatera Utara

"AHY: Kesultanan Jadi Kunci Menjaga Warisan Sejarah dan Masa Depan Sumatera Utara"

AHY Tegaskan Pembangunan Tak Cukup Infrastruktur, Budaya Harus Jadi Fondasi
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Sesuaikan Ukuran Baca
564
KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Medan - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak dapat hanya diukur dari keberhasilan pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, kemajuan suatu daerah juga harus ditopang oleh kekuatan sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang telah menjadi identitas masyarakat selama berabad-abad.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri agenda silaturahmi bersama para Sultan, tokoh adat, akademisi, dan cendekiawan Muslim Sumatera Utara. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog mengenai pentingnya menjaga kesinambungan antara pelestarian warisan budaya dengan agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, AHY menyoroti peran strategis delapan Kesultanan yang pernah berkembang di kawasan Sumatera Timur. Menurutnya, keberadaan Kesultanan tidak hanya memiliki nilai historis sebagai bagian dari perjalanan bangsa, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga memori kolektif masyarakat Melayu yang sarat akan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kearifan lokal.

Ia menilai Kesultanan merupakan jembatan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan arah pembangunan masa depan. Oleh karena itu, pembangunan di Sumatera Utara harus mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

AHY menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas bukan sekadar menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan nilai-nilai sejarah dan jati diri masyarakat tetap terpelihara di tengah dinamika modernisasi.

"Pembangunan yang berhasil tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri masyarakat. Kita tidak boleh kehilangan akar sejarah ketika melangkah menuju masa depan," ujar AHY.

Selain membahas pelestarian budaya, AHY juga memberikan perhatian terhadap berbagai aspirasi yang berkembang mengenai pengembangan wisata bahari berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Menurutnya, kawasan Pantai Timur Sumatera memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Ia menilai pengembangan sektor tersebut tidak hanya akan memperkuat perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas pariwisata, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam melestarikan budaya Melayu sebagai salah satu kekayaan bangsa.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, AHY menegaskan akan terus mendorong sinergi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah guna memperkuat berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat pesisir. Langkah tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan nelayan, perlindungan kawasan pesisir, rehabilitasi ekosistem mangrove, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Menurut AHY, pelestarian warisan budaya harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pembangunan nasional, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.

"Kesultanan telah menjaga warisan sejarah selama berabad-abad. Kini tugas kita bersama adalah memastikan warisan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Sumatera Utara," tutup AHY.

Silaturahmi tersebut dihadiri para Sultan dan tokoh adat dari delapan Kesultanan Sumatera Timur, yakni Tengku Zainul Abiddin dari Kesultanan Kualuh Leidong, Tuanku Tengku Ahmad Thala'a dari Kesultanan Serdang, Tengku Faradiba dari Kesultanan Bilah, Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji dari Kesultanan Deli, Tengku David Syah dari Kesultanan Panai, Tengku Irvan Bahran dari Kesultanan Kota Pinang, Tengku Arievanda Azis dari Kesultanan Langkat, serta Tengku Muhammad Alvin Anda Abdul Jalil Rahmadsyah dari Kesultanan Asahan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pemangku Agung H. Syarifuddin Siba, S.H., M.Hum., tokoh masyarakat Melayu Sumatera Utara Irwansyah Lubis, serta sejumlah akademisi dan cendekiawan Muslim Sumatera Utara. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara pelestarian warisan budaya, pembangunan wilayah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi menuju masa depan Sumatera Utara yang lebih maju dan berdaya saing.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Lampung R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews